Guru Besar Unand Resmi Jadi Deputi Lemhanas RI

  • Whatsapp
Gubernur Lemhanas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo memasangkan tanda pangkat kepada Prof.Dr. Reni Mayerni yang dilantik sebagai Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhanas RI.  (ist)

 

JAKARTA-Prof.Dr. Reni Mayerni, dosen Fakultas Pertanian Universitas Andalas (Unand) Padang, resmi dilantik menjadi Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhanas RI.

Reni dilantik oleh Gubernur Lemhanas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Kamis (28/6) di Jakarta bersama sejumlah pejabat  lainnya.

Selain guru besar di Unand, Reni Mayerni juga merupakan Sekjend DPP Ikatan Alumni Unand, sehingga ucapan selamat pun bermunculan di Whats App Grup DPP IKA Unand.

“Selamat ya bu Sekjend Prof Reni Mayerni atas pelantikan sebagai Deputi Bidang Strategis Lemhanas RI, kami bangga,” ujar Wakil Ketua Umum DPP IKA Unand Marwandi pada chatnya di grup  tersebut, Kamis. (27/6).

Sementara kolega Reni Mayerni, Yurniwati mengatakan dilantiknya Reni hari ini merupakan hasil proses seleksi panjang dilakukan dalam menetapkan pejabat setingkat eselon satu.

“Reni melalui semua tahapan, mendapatkan amanah terus terang ini surprises perjalanan karir seorang akademisi Unand,” ujar Yurnia­ti yang merupakan Ketua SPI Unand Padang.

Menurut Yuniarti dari sejarah jabatan di Lemhanas, Prof Reni Mayerni mencatatkan sejarah sebagai wanita  pertama menjabat deputi. “Sejarah pertama bagi Unand, kalau guru besar dan alumninya menduduki posisi jabatan deputi di Lemhanas RI,” ujar Yurniati.

Reni Mayerni sebelum dilantik beberapa waktu lalu mengakui mengi­kuti proses seleksi jabatan dengan enjoy. “Jabatan ini adalah kehendak Allah Swt,  terus terang kekuatan doa kepada  Sang Khalid-lah menjadikan hari ini Reni dilantik dan menjadi bagian dari sebuah lembaga startegis di republik tercinta ini,” ujar Reni yang usai dilantik langsung kerja hari itu.

Reni pun mengucapkan terimakasih  kepada semua pihak yang terus mendukungnya untuk ikut seleksi jabatan di Lemhanas  RI. “Terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Gubernur Lemhanas yang memberikan amanah menjadi deputi di  sini. Dan juga buat rekan sejawat di Unand dan teman-teman satu angkatan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 58 di Lemhanas. Juga tentunya kepada  semua alumni Unand di seluruh Indonesia yang mendorong saya untuk  berkompetisi di seleksi jabatan ini,” ujar Reni.

Di samping menjadi satu-satunya perempuan yang pernah menjabat jabatan setingkat deputi di Lemhanas, alumni SMAN 1 Bukittinggi juga tercatat alumni Unand pertama menduduki jabatan tersebut.

“Sesuai tupoksi yang ada di Lemhanas, kita bersama jajarannya bakal melakukan sejumlah kajian strategis yang nantinya menjadi bahan pertimbangan bagi Presidan dalam membuat kebijakan,” terang perempuan kelahiran Bukittinggi ini.

Reni selain menjadi Guru Besar di Unand, sebelumnya juga pernah dipercaya menjadi Kepala Dinas Perkebunan Dharmasraya, Sumbar.  Berbagai organisasi pun dipegangnya dan dilakoni dengan baik.

Di DPP IKA Unand, misalnya, di era Prof. Dr. Fasli Djalal sebagai Ketum, Prof. Reni dipercaya menjadi Sekjend. Ketum beralih kepada Asman Abnur, posisi Sekjend tetap dipercayakan kepada Reni. Dan banyak lagi, pengalaman berorganisasi yang sukses ditekuni oleh Putri Citra (Uni Sumbar) pada 1987 ini.

Reni di era tahun 80-an dikenal salah seorang peragawati terdepan di Sumbar. Di puncak ketenarannya, tahun 1991, Reni memutuskan keluar dari dunia modeling yang membesarkan namanya, setelah berkeluarga. Selamat bertugas Prof Reni di tempat baru. (pendi)

 

 

 

Pos terkait