Gubernur Mahyeldi Apresiasi Petani Solok: Panen Padi Meningkat 24% Lewat Inovasi Sekolah Lapang ‘Sawah Pokok Murah’

 

KABUPATEN SOLOK – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, S.P., mengapresiasi keberhasilan petani di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, yang mampu meningkatkan hasil panen padi hingga 24% dengan menekan biaya produksi secara signifikan.

Keberhasilan ini terwujud dalam acara panen raya yang merupakan penutupan dari Sekolah Lapangan (SL) Tematik bertajuk “Panen Padi Sawah Pokok Murah”.

Acara panen bersama ini dibuka langsung oleh Gubernur Mahyeldi pada (tanggal acara), dihadiri oleh Wakil Bupati Solok, Candra, S.H.I., Plt Sekretaris DPTPH Sumbar, Dedek Sri Aulia, serta tokoh niniak mamak dan sepuluh kelompok tani gabungan.

Fokus Pupuk Organik dan Efisiensi Biaya

Gubernur Mahyeldi dalam arahannya menyampaikan dukungan penuh Pemprov Sumbar terhadap sinergi petani dalam membuat dan menggunakan pupuk organik mandiri. Inovasi ini dinilai sangat hemat biaya dan ramah lingkungan.

“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada kelompok tani yang berhasil meningkatkan produksi hingga 7 ton per hektar, padahal sebelumnya hanya 4-5 ton per hektar, dengan biaya yang jauh lebih murah. Ini membuktikan bahwa efisiensi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan hasil,” tegas Mahyeldi.

Baca Juga  Sopir Menghindar Dari Todongan Pria Bersenjata, Pajero Terbalik di Pasbar

Ia menambahkan, konsistensi Pemprov mengalokasikan 10% anggaran untuk sektor pertanian bukan tanpa alasan. Sektor ini menjadi tumpuan hidup bagi 57% masyarakat Sumbar dan menyumbang 22% terhadap PDRB. Keberhasilan ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Inovasi “Sawah Pokok Murah” Jadi Kunci

Wakil Bupati Solok, Candra, S.H.I., menuturkan bahwa program “Sawah Pokok Murah” berhasil meningkatkan panen di wilayahnya dari rata-rata 4–5 ton menjadi 6–7 ton per hektar, bahkan ada yang mencapai 7 ton per hektar.

“Kabupaten Solok siap menjadi penyedia bahan baku pangan utama (dapur MBG) bagi daerah sekitar. Target produksi kami tahun ini mencapai 316.000 ton,” ujar Candra, menekankan fokus Pemkab pada sektor pertanian dan pariwisata.

Baca Juga  Pria di Payakumbuh Ditangkap Diduga Hamili Anak di Bawah Umur

Sementara itu, Kabid Penyuluhan Pertanian Kab. Solok, Musmulyadi, S.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan penutupan dari 11 kali pelaksanaan SL Tematik tahun 2025 yang melibatkan 14 kecamatan.

“Fokus utama kami adalah menekan penggunaan pestisida dan pupuk kimia hingga lebih dari 50%. Kami berhasil meningkatkan hasil panen hingga 24% dibanding metode konvensional, salah satunya dengan memanfaatkan lampu perangkap hama di malam hari dan produksi pupuk kompos mandiri,” jelasnya.

Gubernur Mahyeldi berharap, keberadaan Sekolah Lapang Tematik ini menjadi contoh nyata bagi petani lain. Ia juga mengapresiasi penyuluh pertanian yang telah membimbing kelompok tani, sehingga nilai tukar petani (NTP) di Sumbar lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Acara panen raya diakhiri dengan penyerahan simbolis produk Kopi Bubuk Rimbo Ulul Paninggahan dari petani milenial, sebagai bukti bahwa sektor pertanian di Sumbar terus berkembang dan berdaya saing. Adpsb