Gerak Cepat Bukittinggi, Bersinergi Wujudkan Kota Tangguh Bencana

Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi menunjukkan komitmennya yang luar biasa dalam melindungi warganya! Melalui Bagian Hukum Sekretariat Daerah dengan  menggelar “Public Hearing” yang krusial di Aula Balai Kota,Rabu  (12/11)
Acara ini bukan sekadar rutinitas, melainkan panggung penting untuk membahas dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) vital: Ranperda Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran serta Ranperda Penanggulangan Bencana.
Kepala Bagian Hukum Setdako Bukittinggi, Reni Nofrianti, menegaskan bahwa Public Hearing ini adalah wujud nyata dari prinsip keterbukaan dan transparansi pemerintah. Ini adalah tahapan yang memastikan setiap peraturan lahir dari partisipasi aktif masyarakat.
“Peserta yang hadir lengkap: dari niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, instansi vertikal, camat, lurah, relawan, hingga pelaku usaha. Forum ini adalah ruang terbuka bagi mereka untuk menyampaikan saran, kritik, dan pandangan. Masukan ini akan menjadi bahan baku penting untuk menyempurnakan ranperda, menjadikannya selaras dengan filosofi, kebutuhan, dan karakteristik unik daerah kita,” jelasnya dengan antusias.
Mewakili walikota, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Emil Achir, menyampaikan pesan yang mendalam. Dua ranperda ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola kebencanaan.
“Bencana dan kebakaran bukan hanya merusak lingkungan, tapi juga menghantam ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegas Emil Achir.
Kedua ranperda ini disusun dengan satu tujuan ambisius: memastikan penanggulangan bencana dan kebakaran di Bukittinggi berjalan terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ini adalah payung hukum yang akan menjamin setiap elemen masyarakat memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas.
“Penanganan bencana tidak mungkin dilakukan sendirian oleh pemerintah. Diperlukan sinergi kuat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Tujuannya agar upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga rehabilitasi berjalan efektif dan maksimal,” tutupnya.
Harapannya, forum Public Hearing ini menjadi awal yang solid untuk menyatukan pandangan dan memperkuat koordinasi, menjadikan Bukittinggi kota yang lebih aman dan tangguh di masa depan. (gdo)