Dunia Perbankan Mulai Lirik Petani Budidaya Kerapu

  • Whatsapp
Kepala DKP Sumbar, Yosmeri, Vice President Head of Network Service. BNI 46 Padang, Iwan Affandi dan OJK Sumbar, Darwisman dan pengusaha budidaya kerapu, Adi berbincang tentang potensi ikan kerapu ke depannya. Ist

PADANG-Budidaya ikan kerapu di kawasan Mandeh terus menunjukkan perkembangan yang positif bagi para petani setempat. Kamis (10/10) lalu sebanyak 16,3 ton kerapu kembali di ekspor ke Hongkong.

Dunia perbankan pun mulai tertarik menyalurkan program KUR ke usaha perikanan tersebut. Salah satunya PT. BNI (Persero) Tbk Padang.

Vice President Head of Network Service PT. BNI (Persero) Tbk Padang Region Office, Iwan Affandi yang dihubungi Singgalang Minggu (13/10) mengatakan selama ini KUR lebih difokuskan ke bidang pertanian dan pedagangan. Ke depan seiring berkembangnya budidaya kerapu, pihaknya pun mulai melirik petani budidaya kerapu ekspor.

“Iya, kemarin kami menyaksikan ikan kerapu di Mandeh di ekspor ke Hongkong. Dunia perikanan harus didorong agar terus berkembang, apalagi yang sudah di ekspor ke luar negeri,” kata Iwan Affandi.

Menurutnya, seperti apa dukungan BNI untuk bisnis budidaya perikanan akan dibahas bersama OJK dan DKP Sumbar serta pihak terkait lain. Tujuannya agar diketahui berapa kebutuhan yang diperlukan para petani dalam mengembangkan budidaya kerapu dimaksud.

Dijelaskan Iwan Affandi, bukan hanya modal yang akan disalurkan untuk petani budidaya kerapu ekspor tapi BNI juga akan memberikan pendampingan manajemen pengelolaan keuangan.

“Nanti kami diskusikan dengan pihak terkait, pola seperti apa yang cocok untuk budidaya kerapu ekspor. Sebab jika memakai sistim biasa seperti bidang pertanian tidak cocok. Mengingat masa panen kerapu mulai dari 8 bulan hingga 1,5 tahun,” ujarnya.

Pihaknya ingin melihat selama masa pemeliharaan apakah petani sanggup membayar angsuran ke bank dan lainnya. Kemudian, pihaknya juga akan membicarakan tentang masa panen petani budidaya kerapu agar jangan serentak.

“Jadi diharapkan setiap bulan itu ada panen. Diatur lah masa pemeliharaan oleh petani jangan serentak semua. Harapannya, agar petani tidak kesulitan dalam membayaran asuran tiap bulan,” katanya lebih jauh.

Sebagai salah satu bank pemerintah, BNI akan membantu masyarakat khususnya petani keramba kerapu ekspor. Sebab dengan ekspor akan menghasilkan devisa bagi daerah.

Sementara, untuk penyaluran KUR sendiri di 2019 oleh BNI ditagertkan bisa tercapai 100 persen. KUR untuk Sumbar tahun ini nilainya 400 miliar. Jumlah itu akan terus meningkat, mengingat pencapaian target pada 2019, yang teralisasi sesuai harapan.

Selama penyaluran KUR untuk bidang pertanian dan perdagangan, kata Iwan Affandi, tak ada kendala dari masyarakat sebagai nasabah. Ini karena KUR merupakan program pemerintah, dimana bunga pinjaman disubsidi pemerintah. Nasabah dikenakan bunga 7 persen per tahun.

Program KUR terdiri atas mikro dan retail. Dimana pinjaman bagi usaha mikro sebesar Rp25 juta perorang dan Rp500 juta untuk ritail.

Ekspor Kedua

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri mengatakan ekspor kerapu ke Hongkong merupakan ekspor kedua selama 2019. Ekspor pertama berlangsung sekitar lima bulan lalu, sebanyak 20 ton. Tujuannya juga ke Hongkong.

“Jenis kerapu yang diekspor adalah cantik dan bebek. Harga kerapu cantik 110 ribu per Kg dan kerapu bebek Rp470 ribu per Kg.

Disebutkannya, selain Hongkong, ekspor kerapu juga dilakukan ke sejumlah negara seperti Singapura. 107

Pos terkait