Dosen Universitas Bung Hatta Ikuti Pelatihan International Center for Hydropower

  • Bagikan
Duta Besar RI untuk Norwegia, Todung Mulya Lubis

PADANG – Dekan bersama sejumlah dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Bung Hatta mengikuti pelatihan International Center for Hydropower mengenai Waterways Management yang dilaksanakan oleh International Centre Hydropower (ICH) Norwegia.

Duta Besar RI untuk Norwegia, Todung Mulya Lubis, dalam sambutan pembukaan acara pelatihan, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi pihak Universitas Bung Hatta dalam penyelenggaraan acara ini.

Awal kerjasama ini diinisiasi oleh Bapak A. Arswendy (The Founder of Circular Connect) yang menetap di Oslo, Norwegia). Pada pembukaan, acara ini dihadiri oleh Duta Besar Norwegia untuk Indonesia dan Timor Leste, Vegard Kalle.

Pada awalnya, jumlah peserta yang ditargetkan hanya 30 orang, namun jumlah tersebut mencapai sebanyak 43 orang. Tidak hanya dari Universitas Bung Hatta, peserta juga berasal dari sejumlah instansi lain, seperti PLN, Tamaris Hidro, serta Kementerian ESDM.

Untuk selanjutnya, pelatihan on-site juga diharapkan dapat dilaksanakan di Padang apabila kondisi sudah memungkinkan. Pelatihan ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi peserta dan instansi yang bergabung, tapi juga bagi kemajuan industri tenaga hidro di Indonesia.

Seputar komponen di saluran air, seperti bendungan dan waduk, gerbang dan intake, terowongan dan penstock, MIV dan turbin dibahas dalam pertemuan yang dilaksanakan secara daring (via Zoom) tersebut.

Di samping itu, juga dibicarakan tentang manajemen dan operasi energi dasar-dasar manajemen energi dan optimalisasi operasi jalur air.

Di hari ke-2, diskusi dilanjutkan dengan pembahasan seputar penanganan sedimen, seperti penumpukan sedimen di waduk, efek sedimen pada komponen saluran air, serta strategi mitigasi sedimen.

Di samping itu, juga dibahas terkait stabilitas saluran air, seperti pengenalan dasar teori dan praktek, palu air, dan getaran massa, hingga pemeliharaan komponen saluran air.

Para peserta antusias mengikuti kegiatan tersebut, ditambah lagi dengan diskusi yang terkait dengan bidang ilmu masing-masing dosen dari dua fakultas yang berbeda.

Menanggapi kegiatan tersebut, Dekan Fakultas Teknologi Industri, Prof. Dr. Reni Desmiarti, M.T. mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan jendela ilmu bagi dosen sehingga diharapkan akan muncul ide-ide atau gagasan yang bernas untuk melaksanakan riset terkait dengan kajian yang dibahas saat ini.

“Apalagi, kami juga telah memiliki dua program studi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan, Teknologi Rekayasa Pengelolaan dan Pemeliharaan Bangunan Sipil, Teknologi Rekayasa Komputer dan Jaringan. Dalam pendirian program studi tersebut, juga telah terjalin kerja sama dengan pihak pemerintah dan swasta, seperti Kementrian ESDM, PT Tamaris Hidro, PT Supreme Energy, dan sebagainya,” imbuhnya.

Program Studi Teknologi Rekayasa Pengelolaan dan Pemeliharaan Bangunan Sipil (TRPPBS) FTSP Universitas Bung Hatta, misalnya, merupakan program sarjana terapan yang kompeten dan pertama di luar Pulau Jawa.

Program studi ini berorientasi kepada proses mengamati serta mempelajari pra-pasca konstruksi dalam bidang Teknologi Rekayasa Pengelolaan dan Pemeliharaan Bangunan Sipil (Operation, Maintenace, Repair, Rehabilitation dan Reconstruction).

Program studi ini merupakan program studi pertama di luar Pulau Jawa dalam Bidang Teknologi Rekayasa Pengelolaan dan Pemeliharaan Bangunan Sipil (TRPPBS).

Di Prodi TRPPBS, para lulusan merupakan Sarjana Terapan (Diploma IV) yang memiliki karakter cerdas dan berkompetensi di bidang pengoperasian, pemeliharaan, perbaikan, rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan sipil.

Para mahasiswa diberi kesempatan untuk mengikuti student exchange ke UiTM, Malaysia. Di samping itu, para mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mengikuti kerja sama praktek industri/tenaga ahli (besertifikat) dan professional (bereputasi) di bidang konstruksi. (rel)

  • Bagikan