Diniyyah Puteri Hasilkan 472 Proyek Individu Santri

  • Whatsapp
Pimpinan Diniyyah Putri Fauziah Fauzan besama Kepala Kanwil Kamenag Sumbar H. Hendri dan pejabat lainnya, foto bersama robot pelayan Kafe Arfa bernama Sabai dan Midun, hasil kreasi santri.(*)

PADANG PANJANG – Sebanyak 472 unit karya proyek individu santri Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, Sumatera Barat, produksi Tahun Pelajaran 2020/2021, mendapat apresiasi dari jajaran Kementerian Agama, walikota Padang Panjang, Pengusaha Nasional Dr. (HC) Nurhayati Subakat, dan akademisi yang juga merupakan tokoh pendidikan nasional Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D.

Karya-karya itu terdiri dari proyek individu santri Madrasah Tsanawiyah Diniyyah Menengah Pertama (MTs DMP) sebanyak 205 jenis, santri SMP Diniyyah Puteri 50 jenis, dan santri Madrasah Aliyah Kulliyatul Muallimat El-Islamiyah (MAS-KMI) sebanyak 217 jenis.

Read More

Rasa kagum dan bangga mereka terungkap, setelah kalangan santri perguruan khusus putri itu memamerkan karyanya, Kamis (18/2), dalam iven tahunan bertema Display Proyek Santri. Bersamaan dengan itu, dihelat pula peresmian sebuah kafe pesantren yang pelayanannya menggunakan robot hasil rakitan para santri. Sepasang robot yang bekerja di Kafe Arfa itu bernama Sabai dan Midun.

‘’Alhamdulillah. Kita amat bangga dengan karya santri. Mereka berhasil merakit robot yang mampu menggantikan sebagian pekerjaan manusia, dalam hal ini adalah melayani konsumen di kafe. Pelayan robot itu diberi nama Sabai dan Midun. Keduanya bertugas di kafe yang baru saja diresmikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kamenag) Provinsi Sumatera Barat H. Hendri, S.Ag., M.Pd.,’’ ujar Pimpinan Perguruan Diniyyah Puteri Fauziah Fauzan El-Muhammady.

Dikatakan, robot karya tim robotik itu sudah meraih prestasi terbaik nasional.

Setelah sukses merakit robot pelayan kafe, menurut Fauziah, ke depan pihaknya juga akan berupaya membina santri untuk membuat robot tahfidz. Tugas robot itu, ujar Fauziah, menyimak hafalan santri dan pengulangan hafalan (muraja’ah) secara berkala. ‘’Dengan jumlah santri sebanyak saat ini, kita memang sudah membutuhkan dukungan robot, agar pengerjaan bisa sistematis, terukur, dan cepat,’’ jelasnya.

Pimpinan Diniyyah Puteri Padang Panjang Fauziah Fauzan, saat mendampingi Kepala Kanwil Kemenag Sumbar H. Hendri, meninjau karya santri yang dipamerkan pada kegiatan Display Proyek Santri.(*)

Bu Zizi –sapaan akrab Fauziah Fauzan—menjelaskan, sebenarnya kegiatan Display Proyek Santri sudah rutin dilaksanakan di lingkungan Perguruan DIniyyah Puteri sejak 2015 silam. Pelaksanaan kegiatan kali ini, ujarnya, merupakan agenda tertunda karena pandemi Covid-19, semula direncanakan pada Desember 2020 lalu.

Disebutkan, proyek individual yang dihasilkan para santri di tingkat MTs DMP pada tahun 2020 itu, terdiri dari bidang literasi sebanyak 50 karya yang terdiri dari puisi, cerpen, artikel, poster, komik dan sejenisnya. Ada lagi temuan dalam bentuk buku/kartu sebanyak 22 unit, sains dan teknologi 19 unit. Media pembelajaran ada 29 unit, video aplikasi dan pembelajaran lima unit, quiz dan game sebanyak 23 unit, produk makanan 13 jenis, produk kerajinan 15 jenis, karya seni 18, maket sebanyak sepuluh unit.

Untuk tingkat SMP Diniyyah Puteri, karya literasi (13), buku (4), kartu (1), sains dan teknologi (2), video (8), game (2), seni (6), maket (2), produk makanan (4), dan kerajinan sebanyak delapan jenis produk.

Sedangkan santri tingkat Madrasah Aliyah menghasilkan karya literasi sebanyak 128 karya, game (5), kerajinan (4), maket (8), media pembelajaran (8), seni (5), aplikasi (12), video (16), produk makanan (6), sains dan teknologi sebanyak 25 jenis.

Walikota Padang Panjang Fadly Amran Dt. Paduko Malano tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya atas prestasi tersebut. Dia pun menegaskan, apa yang dihasilkan Diniyyah Puteri sejak 1923 hingga saat ini, merupakan fakta sejarah dan buah dari peradaban Kota Padang Panjang yang takkan bisa berbohong.

‘’Produk robotnya mengagumkan, tapi jangan sekadar melihat robotnya saja. Ada proses panjang yang dilaluinya. Dan itu semua dilakukan santri Diniyyah Puteri. Kami menyarankan, hak ciptanya segera diurus agar tak diambil orang lain,’’ katanya.

Tokoh perantau Minangkabau di Jakarta dan tokoh pendidikan nasional Fasli Jalal juga tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya. Ini menjadi bukti, tegasnya, inovasi tak pernah berhenti di Diniyyah Puteri Padang Panjang sejak dahulu, terutama dalam mengasuh anak didik menjadi orang yang berguna bagi masyarakat, agama, bangsa, umat manusia.

Dikatakan, sesungguhnya model pendidikan yang bermakna sepanjang masa, sudah dirintis Rahmah El-Yunusiyyah sejak mulai mendirikan Diniyyah Puteri, dan hal itu terus berlanjut hingga saat ini. Model pembelajaran tersebut, kata mantan Wakil Menteri Pendidikan itu, banyak menjadi referensi di kalangan dunia pendidikan di Indonesia saat ini.

Direktur Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren pada Kementerian Agama RI Dr. Waryono, M.Ag bersama Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumbar H. Hendri, M.Pd., juga memberi apresiasi luar biasa atas karya santri tersebut. ‘’Semua temuan santri itu saya lihat, merupakan bagian dari teknologi tepat guna yang amat bermanfaat bagi kehidupan manusia,’’ sebut Waryono.

Menurutnya, menyaksikan karya-karya yang dihasilkan para santri Diniyyah Puteri Padang Panjang, pihaknya optimis, mampu mengangkat nama dan mengharumkan citra pesantren. Ternyata, sebutnya, karya santri itu amat luar biasa, termasuk penguasaan teknologi robot yang semakin hari terus berkembang.

‘’Ini adalah peluang Diniyyah Puteri untuk lebih maju lagi. Tetap semangat. Pandemi jangan membuat kendor semangat kita untuk maju. Urus segera hak ciptanya agar tak diambil orang lain untuk kepentingan bisnis mereka,’’ sebut Waryono.(adv/mus)

Related posts