Cegah KDRT, P2TP2A Limpapeh Rumah Nan Gadang Sumbar Bekali 70 Pasutri Muda Sijunjung

 

SIJUNJUNG-Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar kegiatan strategis, yakni “Pembekalan Penguatan Keluarga Rentan” di Kabupaten Sijunjung, pada tanggal 29 Oktober. Kegiatan ini bertujuan utama untuk membangun ketahanan keluarga sebagai upaya pencegahan terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Acara yang dipimpin oleh Wakil Ketua P2TP2A Sumbar, Daslinur menyasar 35 pasang suami istri (total 70 orang) dengan usia pernikahan relatif muda, yaitu 1 hingga 5 tahun. Kelompok ini diidentifikasi sebagai keluarga rentan yang dalam berbagai aspek berpotensi mengalami kendala perkembangan optimal, baik karena kondisi fisik, mental, ekonomi, sosial, maupun geografis.

Fokus Membangun Keluarga Sakinah dan Setara

Ketua Panitia Kegiatan Asri Suhetri, dalam sambutannya menekankan bahwa kekerasan dalam rumah tangga sering dipicu oleh emosi sesaat dan berbagai faktor, termasuk masalah ekonomi, perbedaan agama, atau gender. Oleh karena itu, salah satu strategi utama yang didorong adalah membangun keluarga sakinah dalam perspektif kesetaraan.

Baca Juga  Ditelantarkan, Suryanto Tiga Hari Tidur di Pondok Tangah Sawah

“Pada dasarnya tujuan pernikahan dalam Agama Islam adalah untuk menjalin kasih sayang, mencintai, dan mencapai kedamaian. Islam dengan tegas menentang tindakan kekerasan dalam keluarga,” ujar Asri Suhetri.

Tujuan dan Maksud Utama Kegiatan:

Membangun keluarga yang tangguh, sakinah, tentram, harmonis, dan bahagia.
Mendorong penerapan hak dan kewajiban suami istri yang seimbang.
Mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam keluarga.
Mengedukasi tentang manajemen konflik dan seni berkomunikasi yang baik.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembekalan yang dilaksanakan dalam tiga angkatan, didanai melalui anggaran Hibah Provinsi Sumatera Barat yang dikelola oleh P2TP2A Sumbar. Sebelum di Sijunjung, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Pasaman Barat (14 Oktober) dan Kota Padang/Kab. Padang Pariaman (23 Oktober),” terang Asri.

Baca Juga  Dampingi Kunjungan Titiek Soeharto ke Padang, Wagub Vasko Paparkan Kerusakan Infrastruktur dan Krisis Air Bersih

Narasumber dan Materi Komprehensif

Para peserta dibekali dengan materi-materi penting dari berbagai narasumber kompeten:
Kebijakan Pemerintah Daerah Sumatera Barat dalam perlindungan perempuan dan anak, disampaikan oleh Kepala Dinas P3AP2KB.
Membangun Ketahanan Keluarga untuk mewujudkan keluarga sakinah, harmonis, dan sejahtera, disampaikan oleh Ketua P2TP2A Limpapeh Rumah Nan Gadang.
Manajemen Konflik, Seni Komunikasi, dan Dinamika Keluarga, disampaikan oleh Psikolog Zera Mendoza, S.Psi., M.Ps.I.