Opini  

Cari Ibumu, Minta Doanya agar Corona Menjauh

Nasi kapau yang terkenal itu, adalah masakan ibu. Di kadai nasi kapau, Bukittinggi, tetap pakai masker dan jaga jarak (kj)

Cinta kita terhadap apa saja dibentuk dalam kandungan ibu kita. Rahim yang hangat adalah rumah nan damai. Apa yang dimakan ibu adalah untuk buah hatinya di rahim,
maka penghormatan kepada ibu juga berubah. Coba buktikan sekarang, patuhi ibumu, atau jika ibumu belum tahu, beritahu: Ini wabah sedang menggila di negeri kita,mari jaga kesehatan, jika sakit salah satu di antara kita, siapa lagi yang akan menggarap sawah, menjaga rumah, mengeluarkan ayam dan itik dari kandang. Adik pedusimu yang baru pandai ke dapur itu,akan kau biarkan sakit karena corona?

Tiap kita diajari ibu tentang sesuatu yang istimewa dan tanpa disadari hal itu menjadi kekuatan setelah kita dewasa. Salah satu bekal paling kuat yang diberikan ibu pada kita adalah asupan. Makan.Lalu sekarang, kau tak jaga makan ibumu, tak jaga diri ibumu, tak jaga kekasihnya? Ayahmu.Kau anggap enteng saja semua masalah karena kau sudah rusak oleh politik?

Ingatlah, karena itu, di manapun kita berada, setinggi dan sehebat apapun seseorang, senantiasa merindukan masakan ibunya. Oh ya, jangan lupa, ayah. Ayah dan ibu adalah dua batin yang mengalirkan rasa kasih sayang pada anaknya. Sejak dulu!.

Seorang ibu bisa membesarkan 12 anak, tapi 12 anak tak mampu menjaga seorang ibu.Inilah perubahan peradaban, takdir kita sudah dialihkan Tuhan ke takdir lain, maka pergilah ke ibumu, duduk dalam simpuh paling takzim dan minta doanya agar sekeluarga selamat dari corona. Bismillah*