PADANG — Tawa riang dan raut wajah penasaran tampak memenuhi ruangan TPA Al Biruni Preschool, Padang. Bukan pelajaran menghafal biasa yang disajikan hari itu, melainkan petualangan eksplorasi, eksperimen sains sederhana, hingga kreasi seni interaktif lewat metode STEAM Kreatif (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).
Inovasi pembelajaran ini digagas oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) STIKES Dharma Landbouw Padang. Program bertajuk “Implementasi Model Pembelajaran STEAM Kreatif dalam Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini” ini didanai langsung oleh Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi RI melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Tahun Pendanaan 2026.
Mengurai 5 Bidang Ilmu Lewat Dunia Bermain
Pendekatan STEAM Kreatif sengaja dirancang untuk mengubah pola belajar anak usia dini dari pasif menjadi aktif. Anak-anak tidak lagi sekadar mendengarkan cerita guru, melainkan diajak untuk langsung menemukan, mencoba, dan menciptakan sesuatu.
Model ini mengintegrasikan lima disiplin ilmu dasar secara menyenangkan:
Science (Sains): Mengenal fenomena alam sekitar lewat pengamatan langsung dan eksperimen sederhana.
Technology (Teknologi): Memperkenalkan alat bantu belajar dan media digital ramah anak.
Engineering (Rekayasa): Melatih logika dan pemecahan masalah melalui permainan rancang-bangun konstruktif.
Arts (Seni): Mengasah imajinasi dan ekspresi visual anak tanpa batasan.
Mathematics (Matematika): Mengabstraksikan konsep angka, pola, dan pengukuran dalam permainan harian.
“Kekuatan utama pendekatan STEAM terletak pada pengalaman belajar yang bermakna. Anak-anak dilibatkan langsung, mengasah rasa ingin tahu, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif sejak usia dini,” terang Ketua Tim PKM STIKES Dharma Landbouw Padang.
Kolaborasi Akademisi, Mahasiswa, dan Pengelola PAUD
Inisiatif pengabdian masyarakat ini digawangi oleh kolaborasi tim dosen STIKES Dharma Landbouw Padang, yakni Maisharoh, M.Biomed., Ns. Dian Sari, M.Kep., Dr. Hendra Nusa Putra, M.Kom., dan Yulfa Yulia, M.KM..
Tak hanya dosen, dua mahasiswa dari kampus setempat turut diterjunkan langsung ke lapangan, yaitu Genta Mahesa (S1 Informatika Kesehatan) dan Intan Khairani (D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan).
Rangkaian program diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran pendidik pada 7–8 Mei 2026, hingga gilirannya puncak kegiatan aplikasi pembelajaran dilaksanakan bersama puluhan anak didik pada 31 Juli 2026.
Apresiasi Sekolah dan Harapan Inspirasi PAUD Lain
Kepala TPA Al Biruni Preschool, Shara Nursal, M.Si., bersama pengelola yayasan Khairul Hamdi, M.Kom., menyambut hangat dan mengapresiasi kontribusi ilmiah ini. Menurutnya, pelatihan dan pendampingan ini memberikan penyegaran metode mengajar bagi para guru, sekaligus membentuk fondasi rasa percaya diri dan daya kritis bagi para siswa.
Lewat keberhasilan program yang didukung pendanaan Kemendiktisaintek RI ini, STIKES Dharma Landbouw Padang berharap model pembelajaran STEAM Kreatif dapat direplikasi oleh berbagai lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) lainnya di Sumatera Barat guna melahirkan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan abad ke-21.












