Beruang Madu Serang Warga Sinuruik, BKSDA Pasang Kandang Jebak

 

SIMPANG AMPEK – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar sejak Sabtu 14 Februari bersama dengan C.O.P (Centre for Orangutan Protection) telah melakukan upaya penanganan konflik masyarakat Nagari Sinuruik Pasaman Barat dengan beruang madu.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumbar Antonius Vevri melalui pernyataan tertulisnya, Senin (16/2) menyatakan, upaya yang telah dilakukan berupa patroli, penghalauan, sosialisasi/penyuluhan.

“Upaya penanganan terus ditingkatkan dengan menambah berupa pemasangan kandang jebak,” tulisnya.

Baca Juga  Tiga Warga Sinuruik Luka-luka Diserang Beruang Madu saat Panen Padi

Kondisi saat ini dilokasi kejadian berangsur kondusif, tim BKSDA bersama pemerintahan nagari setempat dan warga terus berupaya melakukan upaya-upaya.

BKSDA mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan waspada ketika berakifitas dan menghindarkan beraktifitas sendiri-sendiri.

Sebelumnya, tiga warga mengalami luka-luka setelah diserang beruang saat memanen padi di kawasan Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Sabtu (14/2) sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa tersebut menarik perhatian masyarakat setempat yang tengah beraktivitas di area persawahan.

Baca Juga  Sembilan Karyawan RS Yarsi Simpang Ampek Terkonfirmasi Covid

Serangan terjadi ketika para petani sedang sibuk memanen hasil sawah mereka pada pagi hari. Tanpa diduga, seekor beruang muncul dari semak-semak di sekitar lokasi dan langsung menyerang warga yang berada paling dekat dengan titik kemunculannya.

Tim Redaksi Cepat BPBD Pasaman Barat, Kuria Sakti, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, serangan berlangsung cepat sehingga para korban tidak sempat menghindar dari amukan satwa liar tersebut. (fat)