Agunan Dilelang Tanpa Sepengetahuan Nasabah, BNI Cabang Bukittinggi Digugat

  • Whatsapp
Kepala BNI Cabang Bukittinggi Zulfebriansyah didampingi anggotanya memberikan keterangan kepada wartawan terkait polemik tentang agunan nasabah atas nama Zulfadli yang dilelang melalui KPKNL Bukittinggi. (asrial gindo)

BUKITTINGGI – Zulfadli, Nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Cabang Bukittinggi kecewa karena rumah miliknya yang diagunkan untuk meminjam di Bank tersebut tiba-tiba dilelang tanpa sepengetahuanya.

Kekecewaan itu disampaikan Zulfadli didampingi pengacaranya, Armen Bakar dan David Orlanfo dari Kantor Hukum Armen Bakar Law Firm saat ditemui Singgalang seusai melapor ke Polres Bukittinggi beberapa  hari lalu.

Bacaan Lainnya

Menurut Zulfadli, sebelumnya ia meminjam uang di Bank tersebut pada tahun 2015 lalu  sebesar Rp350 dengan jaminan sebuah rumah di komplek Greenhill Tajung Alam.

Namun karena dalam dua tahun terakhir ini kondisi keuangannya sangat sulit akibat usahanya macet ditambah pula dengan kondisi pandemi covid 19 sehingga ia menunggak membayar cicilan kreditnya.

Meskipun  menunggak ia tetap berusaha untuk mengangsur sisa utangnya. Bahkan terakhir pihaknya telah menyerahkan uang sebanyak Rp10 juta ke BNI melalui Delfi bagian penagihan di Bank tersebut.

Namun itikad baiknya untuk mengansur utang tersebut menemui jalan buntu karena pihak bank menolak menerima ansuran itu.

“Percuma saja diansur, lebih baik dikumpulkan saja uangnya sehingga dapat dilunasi langsung,” kata Zulfadli menirukan salah satu pegawai bank tersebut.

Berdasarkan saran dari salah satu pegawai bank itu maka ia berusaha mengumpulkan uang untuk dapat melunasi sisa utangnya, namun tiba tiba ia mendapatkan informasi sdr Delfi  bahwa rumah tersebut  telah dilelang.

Mendengarkan informasi itu ia kaget karena itu ia meminta kenalannya ES yang mempunyai hubungan baik pegawai bank tersebut untuk dapat  menelusuri informasi itu, 

Sebab ia ingin mengetahui kapan dilelang dan siapa yang membelinya, karena pihak bank tidak memberitahukannya.

Sementera itu, Kepala KPKNL Bukittinggi, melalui Kasi Pelayanan Lelang, Crisnada kepada Singgalang membenarkan bahwa rumah atas nama Zulfadli dengan nomor sertifikat 905 yang menjadi agunan di BNI sudah dilelang melalui KPKNL.

“Proses lelang yang dilakukan telah sesuai prosedur dan sudah diumumkan di media massa sehingga secara aturan lelang itu sudah sah,” tegasnya.

Kepala BNI Cabang Bukittinggi Zulfebriansyah yang dikonfirmasi Singgalang terkait permasalahan itu  mengatakan bahwa pihak bank sudah melakukan upaya penyelesaian melalui prosedur yang berlaku, bahkan sudah menempuh secara kekeluargaan agar debitur tersebut dapat menyelesaikan sisa hutangnya di bank.

Dijelaskanya, debitur tersebut awalnya meminjam kredit KPR pada tahun 2012 dengan jumlah kredit Rp 300 juta dengan masa pengembalian lima tahun atau sampai tahun 2017, kemudian diperpanjang hingga tahun 2020 dengan memperbarui akad kredit dan menambah jumlah kredit dari sebelumnya Rp 300 juta menjadi Rp 350 juta.

Namun karena pengembaliannya menunggak sejak tahun 2017 sehingga pihaknya telah melayangkan surat peringatan satu hingga ketiga, selain itu juga sudah dilakukan upaya persuasif secara kekeluargaan, dan sudah terjadi kesepakatan bahwa debitur tersebut menyanggupi untuk melunasi hutangnya dan apabila tidak diselesaikan hingga batas waktu yang disepakati, pihak debitur bersedia anggunanya dilelang melalui KPKNL.

Namun hingga batas waktu yang disepakati itu tidak juga dilunasi sehingga pihaknya melakukan proses lelang,”ujar Zulfebriansyah.

Bahkan lelang yang dilakukan itu bukan satu kali, tapi sudah empat kali baru ada peminatnya.

“Jadi tidak benar narasi yang disampaikan debitur itu, kita melelang agunan tanpa sepengetahuan debitur tersebut,”ujarnya. 

Terkait peryataan debitur yang mengatakan pihak bank menolak menerima angsuran sisa hutang itu tidak benar, karena sistem pembayaran kredit itu melalui rekening nasabah yang secara otomatis langsung di debet untuk angsuran kredit tersebut.

“Jadi tidak perlu melalui perantara untuk mengangsur kredit tersebut,” tegasnya. (203)

Pos terkait