Ada 4 Klaster Penyebaran Covid-19 di Agam

  • Whatsapp
Martias Wanto Dt. Maruhun

LUBUK BASUNG – Pemerintah Kabupaten Agam bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19 Kabupaten Agam mengambil sejumlah langkah strategis setelah ditetapkan sebagai daerah yang memiliki risiko tinggi penyebaran Covid-19 setelah Kota Padang.

Ketua Harian GTP2 Covid-19 Kabupaten Agam, Martiaswanto Senin (21/9) mengatakan, status zona merah Agam berdasarkan pengumuman dari Gugus Tugas Sumatera Barat 20 September 2020.

Bacaan Lainnya

“Agam bersama Padang dinyatakan sebagai daerah yang berada pada risiko tinggi penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat dan berada dalam zona merah,” katanya.

Menyikapi status tersebut Bupati Indra Catri bersama GTP2 Covid-19 Kabupaten Agam menggelar pertemuan khusus dengan melibatkan camat dan kepala puskesmas se Kabupaten Agam secara virtual, Minggu (20/9) malam.

Indra Catri meminta agar seluruh anggota GTP2 Covid-19 Kabupaten Agam bersama dengan OPD terkait sampai ke pemerintahan nagari untuk mengambil langkah strategis dan terukur agar segera keluar dari status zona merah.

“Dalam satu bulan terakhir terjadi peningkatan yang cukup tajam masyarakat Agam yang terkonfirmasi Positif Covid-19,”katanya.

Adapun jumlah total masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 384 orang, sembuh 116 orang dan meninggal 6 orang.

“Dari 19 Agustus hingga 19 September 2020, terjadi peningkatan tajam kasus positif Covid-19, dengan 4 klaster penyebaran Covid-19,” katanya.

Adapun 4 klaster penyebaran Covid-19 di Agam antara lain klaster pesta pernikahan (baralek).
Klaster ini tersebar di empat kecamatan, meliputi Kecamatan Ampek Angkek, IV Koto, Tilatang Kamang dan Palembayan.

Selanjutnya klaster dari luar derah juga menambah daftar panjang warga Agam yang terpapar Covid-19.  Klaster daerah ini meliputi aktivitas masyarakat terkonfirmasi Covid-19, baik dari luar Kabupaten Agam maupun dari luar Kabupaten Agam itu sendiri.

“Klaster ini pada umumnya perantau yang pulang kampung, serta warga Agam yang berkegiatan di daerah tetangga,” katanya.

Pada klaster ini sebagian besar berada di Kecamatan Banhampu, IV Koto, Ampek Angkek, Tilatang Kamang dan Candung.

Klaster selanjutnya berasal dari kelompok pengajian dan Pondok Pesantren di Kecamatan Matur dan Banuhampu.
Terakhir juga terjadi penambah klaster baru yakni klaster penyelenggaraan pemilihan kepada daerah.
Selain dari 4 klaster utama tersebut juga terdapat sejumlah tenaga kesehatan, baik di puskesmas maupun di RSUD Lubuk Basung yang terpapar Covid-19.

“Terpaparnya beberapa orang tenaga kesehatan tersebut, disamping kontak erat dengan beberapa orang tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid-19,”katanya.

Pada beberapa rumah sakit di daerah tetangga, juga akibat tidak jujurnya beberapa pasien yang datang ke RSUD atapun puskesmas menyampaikan riwayatnya kepada petugas. (mursyidi)

Pos terkait