PARIAMAN– Inez Luvena Barly, murid SDN 07 Kampung Jawa II, meraih Juara I lomba Malingka Carano jo Arai Pinang. Sementara itu, Naifa Atila Fadwa dari SDIT Mutiara keluar sebagai Juara I lomba Manyanyi Minang.
Pemenang kedua lomba tersebut diumumkan berdasarkan keputusan dewan juri yang telah ditetapkan panitia pelaksana. Kegiatan itu ditutup Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi di panggung wisata Pantai Gandoriah, Kamis malam (8/10).
Pada lomba Malingka Carano jo Arai Pinang tingkat SD/MI, Juara II diraih Jihan Talita Khaira dari SDN 12 Cubadak Mentawai dan Juara III Mutiara Nur Azizah dari SDN 19 Cubadak Air Utara.
Selanjutnya, Harapan I diraih Dzakiya Talita Sukma dari SDN 03 Bungo Tanjung, Harapan II Siti Aminah dari SDN 06 Cimparuh, dan Harapan III Khanza Salsabila dari SDN 04 Cubadak Air. Sementara itu, Juara Favorit diraih Aqila Lathifa Kultsum dari SDN 11 Marunggi.
Pada lomba Manyanyi Minang, Juara II diraih Yusuf Al Fathin dari SDIT Chadijah dan Juara III Ratu Balqis Azzahra dari SDN 01 Pauh Kurai Taji.
Adapun Harapan I diraih Sadira Aulia Hasna dari SDN 07 Batang Kabung, Harapan II Raihan Febri Handoko dari SDN 05 Kampung Pondok, dan Harapan III Hamdan Yazidul Ashri dari SDN 19 Cubadak Air Utara. Sementara itu, Juara Favorit diraih Alif Chaesar Nurfattah dari SDN 22 Manggung.
Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai adat istiadat serta tradisi Minangkabau di kalangan generasi muda, khususnya anak usia sekolah.
Menurutnya, tradisi Malingka Carano merupakan salah satu warisan budaya yang harus dijaga agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
“Malingka Carano mungkin acaranya sederhana. Tetapi, tradisi ini tidak ingin kita biarkan hilang di Kota Pariaman karena mampu memperlihatkan kebersamaan masyarakat. Dalam berbagai kegiatan adat dan budaya, carano merupakan salah satu perlengkapan yang tidak pernah ketinggalan,” ujarnya.
Ia mengaku bersyukur karena melalui perlombaan tersebut, generasi muda, khususnya murid SD/MI, masih mampu menguasai tradisi merangkai Carano jo Arai Pinang.
Mulyadi berharap kearifan lokal tersebut terus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan budaya bagi generasi mendatang. Ia juga berpesan kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati dan terus berusaha memberikan hasil terbaik pada kesempatan berikutnya. (agus)












