Bocah 4 Tahun Asal Bukittinggi Berjuang Lawan Leukemia Langka, Butuh Bantuan Segera Operasi ke Luar Negeri

JAKARTA — Di balik senyum sederhana dan mata yang masih bersinar itu, tersimpan perjuangan yang tak seharusnya dipikul oleh pundak sekecil apa pun pundak itu milik Kalandra Muhammad Azis.

Baru berusia 4 tahun 7 bulan, bocah asal Bukittinggi ini sudah mengenal aroma obat, dinding rumah sakit, serta rindu yang mendalam, rindu bermain bebas, rindu tidur di rumah sendiri, rindu tumbuh besar tanpa harus mendengar bunyi alat infus yang menetes terus‑menerus.

Kalandra bukan sekadar anak yang sedang sakit. Menurut Dokter di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta menyebut Kalandra adalah pejuang melawan Mixed Phenotype Acute Leukemia (MPAL) yakni salah satu jenis leukemia akut yang sangat langka.

Menurutnya, penyakit ini bekerja dengan cara yang kejam pada sumsum tulangnya memproduksi sel darah putih secara berlebihan, namun sel‑sel itu tidak sempurna. Mereka memenuhi ruang di dalam tubuh, merampas tempat sel darah yang sehat, perlahan melemahkan pertahanan hidup si kecil.

Sudah satu tahun enam bulan lamanya Kalandra dan ibunya, Mardiyah Khairani, berpindah tempat. Menurut Mardiyah, mereka meninggalkan Bukittinggi, meninggalkan rumah, meninggalkan Azis Wahyudi, ayahnya yang harus tetap bekerja di kampung halaman demi terus berjuang mencari nafkah sekaligus harapan. Ibu dan anak kini tinggal jauh di Jakarta, demi menjalani perawatan di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Baca Juga  Jelang Penerapan Tatanan Hidup Normal, Nasrul Abit Tinjau Sejumlah Lokasi di Bukittinggi

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, kekuatan kasih sayang ibu menemani setiap tetes obat yang masuk ke tubuh anaknya. Namun sekarang, perjuangan itu sampai di persimpangan terberat.

Dokter telah memberikan keputusan yang sekaligus menjadi satu‑satunya pintu harapan adalah Kalandra harus menjalani Transplantasi Sumsum Tulang Belakang. Tanpa langkah itu, jalan menuju kesembuhan sangat sulit.

Namun kenyataan pahit datang kembali. Untuk jenis penyakit yang diderita Kalandra, belum ada rumah sakit di seluruh Indonesia yang mampu melakukan tindakan medis tersebut.

Harapan itu kini berada di luar batas negara harus dilakukan di rumah sakit luar negeri, dan di sanalah letak rintangan yang begitu berat, biayanya sangat besar, jauh melampaui apa yang bisa dijangkau oleh keluarga sederhana ini.

“Kami tidak menyerah,” ucap keluarga Kalandra dengan suara yang bergetar namun teguh. “Tapi tangan kami sendirian belum cukup kuat untuk mengangkat beban ini.”

Maka hari ini, mata kecil yang sering tersenyum meski sedang sakit itu menatap kepada kita semua. Bukan meminta belas kasihan, melainkan memohon satu hal yang paling berharga kesempatan untuk hidup normal.

Baca Juga  Gunung Marapi Hari Ini Alami Erupsi

Kesempatan berlari di halaman rumah, masuk sekolah, tumbuh menjadi anak yang sehat, dan suatu hari nanti menceritakan kembali bahwa ia pernah menang melawan penyakit yang berat.

“Satu tetes air mata yang kita hapuskan dari pipinya, satu senyum yang kita kembalikan ke wajahnya itu adalah kemenangan bagi kemanusiaan.”

Bagi Kalandra, setiap rupiah yang diulurkan adalah obat. Setiap doa yang terucap adalah kekuatan. Dan setiap dukungan yang diberikan adalah jembatan yang membawanya menuju kesembuhan yang kini hanya bisa diraih melintasi batas negara.

Mari kita rengkuh harapan itu bersama. Jangan biarkan perjuangan si kecil terhenti di tengah jalan.

Bantuan Dapat Disalurkan Melalui: Bank BRI

No. Rekening: 738401012113539 Atas Nama: Mardhiyah Khairani (Ibu Kalandra Muhammad Azis)

Atau dapat menghubungi Ayah Kalandra Muhammad Azis, *Azis Wahyudi*: 082382368674

Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan dan balasan berlipat ganda atas setiap kebaikan yang Bapak/Ibu berikan. Aamiin ya rabbal ‘alamiin…  (rel)