Gunung Marapi Alami Erupsi Selama 26 Detik

AGAM –Gunung Api Marapi kembali mengalami erupsi pada Selasa (24/3/2026) pukul 14.24 WIB.

Pengamat gunung api Ilhamdi Saputra dalam laporannya menyebutkan bahwa tinggi kolom erupsi tidak teramati. Namun, aktivitas erupsi terekam jelas melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 28,6 mm dan durasi selama 26 detik.

Meski tidak terpantau tinggi kolom abu secara visual, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat aktivitas vulkanik masih berlangsung.

Sejumlah rekomendasi penting juga disampaikan kepada masyarakat. Pertama, warga di sekitar Gunung Marapi serta pengunjung, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki wilayah dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek.

Baca Juga  Jalan Perintis Kemerdekaan di Bukittinggi Mulai Diaspal

Kedua, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta untuk mewaspadai potensi bahaya lahar, terutama saat musim hujan.

Ketiga, guna menghindari gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat abu vulkanik, masyarakat disarankan menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Selain itu, jika terjadi hujan abu, warga diminta mengamankan sumber air bersih dan rutin membersihkan atap rumah dari tumpukan abu guna menghindari risiko roboh.

Baca Juga  Stikes Yarsi Sumbar Bukittinggi Wisuda 227 Lulusan

Pihak terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi dan mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti informasi resmi serta tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.