Agam  

Karya Warga Binaan Lapas Tanjung Pati Kini Mejeng di Kantor Imigrasi Agam, Pemohon Paspor Bisa Sekalian Belanja

AGAM – Ada pemandangan berbeda di ruang pelayanan Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Agam mulai Jumat(06/03).

Jika biasanya pemohon paspor hanya fokus pada dokumen perjalanan, kini mata mereka akan dimanjakan oleh deretan karya seni bernilai tinggi hasil kreativitas tangan dingin Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Tanjung Pati.

Melalui sinergi apik antara dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan Kemenimipas Kabupaten Lima Puluh Kota, produk-produk UMKM karya narapidana kini resmi memiliki “panggung” strategis untuk dipasarkan kepada masyarakat luas.

Berbagai kerajinan mulai dari sandal, miniatur kapal, sampul paspor kulit, guci artistik, hingga hiasan bunga nan cantik dipajang rapi di etalase ruang pelayanan. Produk-produk ini bukan sekadar pajangan, melainkan bukti nyata bahwa tembok penjara bukan penghalang untuk berkarya dan berdaya secara ekonomi.

Baca Juga  Tega Bunuh Gadis Sekampung, Hanya Gara-gara Kena Carut

Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja Lapas Tanjung Pati, Agung Lestara, menegaskan bahwa langkah ini adalah strategi “jemput bola” untuk menembus pasar.

“Kami tidak bisa hanya diam menunggu pembeli. Kami harus proaktif membuka etalase di tempat-tempat strategis. Ini bukti bahwa produk kami dikelola secara serius dan sangat layak bersaing di pasar komersial,” ujar Agung dengan optimis.

Kerja sama ini disambut hangat oleh pihak Imigrasi. Kepala Kantor Imigrasi Agam, Kizlar Assad, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Ia berharap kehadiran produk-produk ini dapat memicu semangat WBP untuk terus produktif agar siap kembali ke masyarakat nantinya.

Senada dengan itu, Kepala Urusan Umum Kantor Imigrasi Agam, Venri Patra, menilai kehadiran etalase ini mengemban misi sosial yang mendalam.

Baca Juga  Kenangan Indah di Balik Iven Fornas IV

“Selain memperluas pasar, kehadiran produk ini secara tidak langsung mengubah stigma negatif masyarakat terhadap warga binaan. Produk ini membuktikan bahwa mereka punya potensi luar biasa. Jadi, sambil mengurus dokumen perjalanan, masyarakat bisa sekaligus berbelanja dan berkontribusi langsung pada program pemberdayaan mereka,” jelas Venri.

Langkah inovatif ini diharapkan menjadi role model bagi instansi lain dalam mendukung program kemandirian warga binaan.

Kini, setiap produk yang terjual bukan hanya menjadi pendapatan, tetapi juga menjadi suntikan kepercayaan diri bagi para warga binaan bahwa karya mereka dihargai dan diterima oleh dunia luar.

Bagi Anda yang sedang mengurus paspor di Kantor Imigrasi Agam, jangan lewatkan kesempatan untuk membawa pulang sepotong kreativitas dari Lapas Tanjung Pati.