AGAM – Sebagaimana berita viral di media sosial saat ini terkait wisudawati terbaik Universitas Al Azhar Kairo, Kairo yang memiliki nama lengkap Yeli Putriyani ternyata wanita shalehah yang berasal dari Nagari Balai Gurah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Ingin tahu siapa wanita Minang yang mengguncang dunia saat ini? Wartawan Topsatu sengaja mencoba mencari informasi dari berbagai pihak tentang keluarga Yeli Putriyani, dan akhirnya mendapatkan informasi pasti darimana asal wanita Hafidzah tersebut.
Setelah mendapatkan informasi yang sahih, Sabtu, (31/1) sore Topsatu langsung meluncur ke nagari Balai Gurah, kecamatan Ampek Angkek untuk bisa bertemu langsung dengan keluarga Yeli Putriyani yang sebelumnya dikontak Walinagari Balai Gurah, Andrino untuk memperoleh lokasi rumah keluarga Yeli. Alhamdulillah, akhirnya dapat menemukan rumah keluarga mahasiswi jebolan Al Azhar itu, dan bertemu langsung dengan kedua orangtua Yeli serta dua orang asiknya.
Melalui wawancara langsung dengan kedua orangtua Yeli diperoleh informasi, bahwa Yeli Putriani yang merupakan anak sulung dari tiga bersaudara buah hati pasangan Bapak Yani. Sutan Bagindo (Balai Gurah) dengan Yulianah (Sukabumi) itu berasal dari keluarga sederhana, tapi sudah menorehkan berbagai prestasi sampai ke kancah Internasional di bidang hafidz Alquran.
Yani Sutan Bagindo ayah kandung Yeli didampingi istrinya mengungkapkan, putri sulungnya itu lahir di Sukabumi, Jawa Barat. Saat itu ia merantau ke Sukabumi, dan akhirnya membawa keluarganya pulang ke Balai Gurah sampai saat ini.
Yeli Putriyani kecil memulai sekolah di TK di Balai Gurah, dan melanjutkan ke SDN 11 Balai Gurah. Tamat SD melanjutkan pendidikan untuk mendalami ilmu agama di Ponpes Modern Sumatera Thawalib Parabek, Kecamatan Banuhampu. Selesai menimba ilmu di Sumatera Thawalib Parabek, motivasi Yeli dengan didukung semua keluarga ingin melanjutkan lebih luas ke perguruan tinggi ternama di dunia, yaitu Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir. Melalui seleksi panjang dan ketat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yang diikuti ribuan calon mahasiswa, Alhamdulillah dari ratusan yang lulus seleksi, nama Yeli Putriyani masuk di dalamnya, dan berhak melanjutkan pendidikan di Al Azhar dengan biaya dari Baznas pusat.
Ia mengakui anaknya memang menjadi viral di berbagai media sosial sebagai ungkapan rasa empati dari ribuan malah jutaan ummat terhadap prestasi yang diraih Yeli. Apa yang dilakukan Yeli dengan viralnya di media sosial itu sebenarnya sudah terlaksana November 2025 saat lulus program S1. Tapi mungkin pihak kampus Al Azhar baru memposting atau menyebarluaskan saat ini. Mulai Desember 2025 kemarin Yeli sudah melanjutkan program magister S2 masih di Al Azhar.
“Namun yang kami pertanyakan dan disayangkan kepada publik yang menyebarluaskan informasi di media terkait prestasi Yeli. Kami meluruskan Yeli Putriyani bukan dari Manggopoh, Lubuk Basung. Alhamdulillah bapaklah satu-satunya sampai saat ini yang berhasil bertemu muka dengan kami selaku orangtua. Kami juga meluruskan sesungguh nama anak kami yang betul adalah Yeli Putriyani yang artinya, Yeli itu adalah putri dari Yani sebagai ayah kandungnya. Semoga dengan informasi akurat masyarakat luas akan tahu dari mana sesungguhnya berasal,” ungkap orangtua Yeli kepada Topsatu.
Ditambahkan Yani Sutan Bagindo, selama duduk di bangku pendidikan Yeli Putriyani memang sudah menorehkan berbagai prestasi. Di antaranya saat Yeli masih duduk di kelas 1 setingkat Aliyah di Sumatera Thawalib mengikuti tabligh Akbar dalam rangka ulang tahun Diniyah Pasia Ampek Angkek yang saat itu penceramahnya Ustadz Adi Hidayat.
Saat menyampaikan ceramahnya Ustadz Adi Hidayat mengajukan satu pertanyaan kepada santri yang hadir, satu satunya yang mengangkat tangan adalah Yeli. Yeli berhasil menjawab pertanyaan dengan benar, dan spontan ustadz Adi Hidayat memberikan reward Rp500 ribu.
Selesai Yeli menjawab pertanyaan, Ustadz Adi Hidayat menanyakan kepada Yeli sudah hafidz berapa juz, dengan suara lantang Yeli menjawab sudah hafidz 9 juz. Dengan kemampuan hafal 9 juz itu Ustadz Adi Hidayat secara spontan memberikan bonus untuk Yeli sebesar Rp9 juta. Dari reward Rp500 ribu ditambah bonus Rp9 juta akhirnya Ustadz Adi Hidayat menggenapkan bonus menjadi Rp10 juta. Dan saat itu Ustadz Adi Hidayat menyampaikan kepada Yeli, apabila nanti sudah hafidz 30 juz hubungi beliau, dan beliau menjanjikan bonus umrah ke tanah suci Makkah.
Prestasi berikutnya yang diraih Yeli, yaitu juara pertama lomba tahfidz tingkat Sumatera Barat yang dilaksanakan masyarakat jorong Sonsang, Nagari Koto Tangah, Tilatang Kamang, Agam beberapa tahun lalu. Sementara prestasi baru-baru ini yang diposting viral di berbagai media online dan media sosial, yaitu juara pertama lomba tahfidz di Kairo yang diikuti 70 negara.
Langkah Yeli Putriyani yang saat ini sudah hafidz 29 juz nampaknya sudah mengalir dari ayahnya,Yani Sutan Bagindo yang baru hafidz 4 juz. Sementara adik Yeli, Gilang Permana Putra yang saat ini duduk di kelas 3 MAN 1 Bukittinggi sudah hafidz 5 juz. Adik bungsunya, Nasya Hubbi kelas 1 Aliyah di Diniyah Pasia sudah hafidz 6 juz.
“Kami selaku orangtua Yeli Putriyani mohon doa dari masyarakat semoga anak kami bisa menyelesaikan S.2 dengan nilai terbaik. Dan Insya Allah bisa nanti dilanjutkan ke S.3 di Universitas Al Azhar,” tutup Yani penuh haru. (Mas).












