Agam – Sedikitnya sebanyak 60 KK korban bencana longsor di Malalak keberatan pindah dari tanah kelahirannya ke Maninjau.
Mereka tetap bersikukuh untuk untuk tetap ditempatkan di daerahnya di Kecamatan Malalak, tentunya di lokasi aman.
Permintaan pemerintah tentang pemindahan ke luar Malalak belum bisa dipenuhi karena tidak dijauhkan dari negeri asli mereka, pihaknya berharap ditempatkan dengan hunian baru di sekitar Malalak.
Merespon hal tersebut, Bupati Agam Benny Warlis, Sabtu (4/1) menjelaskan, sudah menugaskan semua Camat untuk mencari lokasi terdekat yang aman dari bencana untuk korban longsor.
“Kita sudah menugaskan semua Camat guna mencari dan tempat terdekat yang layak, aman dan jauh dari bencana sesuai persyaratan untuk Huntara maupun Huntap,” katanya.
Sedangkan pemerintah akan melakukan percepatan pembangunan rumah dan fasilitas yang diperlukan, jika lokasi yang aman sudah ada.
Fasilitas tersebut akan dibangun melalui dana dari Buddha Suci, Danantara dan APBN Kementrian PKP.
Diharapkan program yang tersebut berjalan dengan baik dan lancar serta dimanfaatkan bagi korban longsor.(*)












