Gunung Marapi Kembali Erupsi, Dua Kecamatan di Agam Terpapar Debu

Gunungapi Marapi Selasa (11/6) kembali meletus. (Maswir Chaniago)

​

Bukittinggi – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitasnya dengan mengalami erupsi pada Selasa (2/12) pukul 10.34 WIB. Letusan ini menyebarkan abu vulkanik hingga berdampak pada beberapa wilayah di Kabupaten Agam, menciptakan kabut abu tebal yang mengganggu aktivitas warga. ​

Dua kecamatan yang paling parah terpapar dampak abu letusan kali ini adalah Kecamatan Baso dan Kecamatan Canduang di Kabupaten Agam. Kedua daerah ini berada di arah Utara dan Timur Laut dari Kawah Verbeek Gunung Marapi. Warga Terpaksa Tutup Hidung ​Kondisi hujan abu ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga  Status Darurat Gunung Marapi Diperpanjang

Uncu, 53 , seorang warga Candung , melaporkan gangguan jarak pandang yang signifikan. ​”Abu letusan sampai ke daerah kami di Candung cukup mengganggu penglihatan dan sudah diimbau pemerintah desa untuk memakai masker,” kata Uncu.

Senada dengan itu, warga Baso, Eko, mengeluhkan abu yang mulai menumpuk. “Banyak abu yang beterbangan dan menutup bagian kendaraan saya yang terparkir, mudah-mudahan tidak berlangsung lama,” ujarnya penuh harap.

Status Masih Waspada (Level II) ​Menurut laporan dari Petugas Pengamat Gunung Api (PGA), erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30.3

Mskipun tinggi kolom abu tidak teramati dengan jelas. ​Petugas PGA, Ahmad Rifandi, menegaskan bahwa status Gunung Marapi saat ini masih berada pada Level II (Waspada). ​”Rekomendasi masyarakat tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas,” tegas Ahmad Rifandi. ​

Baca Juga  Plt. Ketua PWI Sumbar Konsolidasi ke Daerah-daerah

Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai potensi ancaman lahar dingin atau banjir lahar yang dapat terjadi, terutama saat musim hujan, di sekitar lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi. ​PGA juga mengingatkan warga yang terdampak hujan abu untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA). (gd)