Wacana Kenaikan Tarif Pass Pelabuhan, PPMLN Pastikan Keberangkatan ke Malaysia Didominasi Masyarakat Susah

SELATPANJANG – Walaupun rencana menaikkan tarif pass di Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau, masih ditunda, namun kekhawatiran berbagai pihak dilakukan disaat kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit.

Ditambah lagi, khusus keberangkatan ke Malaysia (Luar Negeri) didominasi oleh masyarakat susah.

Seperti yang diakui Ketua Perkumpulan Putra Meranti Luar Negeri PPMLN, Hasbi Kurniallah kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa warga Meranti yang keluar masuk Malaysia bukan semuanya orang kaya atau pengusaha. Tapi, didominasi oleh orang susah.

“Apakah mereka tau, yang pergi ke Malaysia tu mengadu nasib. Bukan orang kaya atau pengusaha. Kadang ada yang dapat duit, kadang ada yang malah tak dapat duit karena ditipu,” katanya.

Menurutnya, dengan kenaikan ini tentunya akan memberatkan masyarakat. Karena terkadang untuk bisa berangkat ke Malaysia saja, tidak sedikit masyarakat yang harus berhutang. Ditambah lagi akan ada kenaikan biaya boarding pass di pelabuhan.

“Kita dari PPMLN tidak setuju ada kenaikan pass di pelabuhan. Tolong pikirkan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang mencoba peruntungan ke Malaysia,” tegas Hasbi.

Oleh karena itu, Ketua PPMLN ini menegaskan apakah penyesuaian tarif pass Pelabuhan Tanjung Harapan nantinya akan benar-benar membawa kebaikan. Atau malah semakin menyusahkan.

Baca Juga  Karhutla di Meranti, Satu Tersangka Berhasil Diamankan

“Kalau kenaikan ini menjadi hal baik, kebaikan bagi siapa?. Atau justru, menjadi beban baru bagi masyarakat yang selalu menggunakan jasa pelabuhan,” tegasnya.

Sebelumnya, pihak PT Pelindo selaku pengelola berencana menaikkan tarif pass Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang mulai 1 September 2025.

Tarif pass masuk perjalanan domestik naik 100 persen, dari Rp5.000 akan dinaikkan Rp10.000.

Perjalanan Luar Negeri bagi WNI naik 20 persen, dari Rp50.000 akan naik menjadi Rp60.000 dan bagi WNA naik 300 persen dari Rp50.000 menjadi Rp150.000.

Namun akhirnya ditunda sementara waktu. Hal itu dilakukan Pelindo untuk mendengar aspirasi dan masukan dari berbagai unsur masyarakat.

“Kita akan tunda kenaikan pass pelabuhan. Tidak jadi 1 September. Penyesuaian akan kita lakukan setelah mendengar masukan dan penyampaian aspirasi dari berbagai unsur di daerah (Kepulauan Meranti red),” ungkap General Manager (GM) PT Pelindo Cabang Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama.

Joni menjelaskan penyesuaian tarif dilakukan karena tarif lama sudah tidak relevan dengan kebutuhan pelayanan saat ini. Terakhir kali penyesuaian tarif di Pelabuhan Selatpanjang dilakukan pada Tahun 2017.

“Kalau kita bandingkan, tarif pass penumpang di Selatpanjang masih paling rendah di wilayah Riau dan Kepri,” sebutnya.

Baca Juga  Senin, Sekda Kepulauan Meranti yang Baru Dilantik

Menurut GM Pelindo Cabang Tanjung Balai Karimun tersebut, bahwa penyesuaian ini tidak semata-mata soal tarif, melainkan kebutuhan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan mutu pelayanan.

Pada tahun 2024, Pelindo telah mengalokasikan dana sebesar Rp4,2 miliar untuk transformasi terminal penumpang dan Rp1,5 miliar untuk pembangunan fasilitas sisi laut (trestel). Ke depan, pembangunan lanjutan terminal akan dilakukan mulai Tahun 2026 hingga 2030 secara bertahap dengan total anggaran Rp12,5 miliar.

“Pembangunan ini adalah bagian dari komitmen Pelindo untuk meningkatkan mutu pelayanan (level of service) dan memenuhi standar minimum pelayanan (minimum requirement). Selain itu, tarif baru juga diperlukan untuk menutupi biaya operasional serta pengembalian investasi,” ujar Joni.

Ditambahkannya, dalam rencana pengembangan ke depan, Pelindo juga menyiapkan site plan infrastruktur terminal penumpang yang mencakup revitalisasi jalan masuk, penataan koridor menuju trestel, pembangunan loket tiket, area parkir motor, parkir mobil, parkir beca, musholla, hingga pintu gerbang utama.

Untuk itu, ia berharap masyarakat dapat memahami dan memaklumi kebijakan ini.

“Kami yakin dengan penyesuaian tarif, pelayanan di Pelabuhan Tanjung Harapan bisa semakin baik dan bermanfaat bagi seluruh pengguna jasa,” ungkap Joni.

Pewarta: Ahmad Yuliar