SOLOK — Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Idris, menegaskan komitmen perusahaan dalam perang melawan stunting bukan hal baru.
Sejak 2022, perusahaan telah menjalankan program edukatif dan bantuan gizi bagi keluarga berisiko stunting di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Solok.
Dalam Rapat Koordinasi TPPS Solok 2025, Idris menyampaikan bahwa Program GENTING merupakan kelanjutan dari inisiatif perusahaan yang fokus pada aspek kesehatan masyarakat.
“Program ini memperkuat apa yang telah kami mulai sebelumnya. Kami hadir dengan bantuan gizi, pendampingan medis, hingga edukasi bagi keluarga anak-anak berisiko stunting,” kata Idris.
Ia menjelaskan bahwa program pencegahan stunting ini adalah bagian dari strategi CSR berkelanjutan yang berorientasi pada dampak sosial jangka panjang.
“CSR bukan sekadar bantuan sesaat. Kami ingin memberi kontribusi nyata dan berkelanjutan yang bisa mengubah kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Idris menyebut kolaborasi dengan Pemkab Solok dan BKKBN menjadi kunci dalam memperluas jangkauan program, serta meningkatkan efektivitas intervensi.
Pada kesempatan itu, Pemkab Solok memberikan penghargaan kepada PT Semen Padang atas kontribusi sebagai orang tua asuh dalam Program GENTING.
Idris mengaku penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk semakin memperkuat sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam menghadirkan solusi sosial.
“Sebelum GENTING digalakkan pemerintah daerah, kami sudah aktif dengan kampanye ‘Perang Melawan Stunting’ sejak dua tahun lalu,” tambahnya.
Kegiatan tersebut mencakup pemantauan balita, pembinaan Posyandu, edukasi nutrisi, hingga pembangunan fasilitas sanitasi di wilayah-wilayah ring 1 perusahaan.
Idris berharap ke depan semakin banyak perusahaan yang terlibat aktif dalam agenda pembangunan manusia unggul melalui pola kolaboratif seperti ini. (*)












