Soal Pembangunan Jalan di Lubuk Basung Jadi Pembicaraan Perantau RKKL dengan Pemerintahan Agam.

JAKARTA, -Silaturahmi “Batamu Mangko Kasanang” antarwarga: Rukun Keluarga Kecamatan Lubuk Basung (RKKL) Kab. Agam, Sumbar yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya diadakan di Institut Transportasi dan Logistik Trisakti Jakarta Timur Minggu, 18 Mei 2025.

Acara silaturahmi RKKL 2025 dihadiri oleh warga Minang Lubuk Basung se-Jabodetabek, termasuk pemuka masyarakat, ninik mamak, cerdik pandai dan para pengusaha yang di antaranya H. Kashmir.

Pemuka masyarakat yang datang langsung dari Lubuk Basung menghadiri acara, yaitu: Muhammad Iqbal, S.E., M.Com, Wakil lBupati Kab. Agam dan H. Ilham, Lc. M.A., Ketua DPRD Kabupaten Agam, serta walinagari dan perwakilan dari Kenagarian Lubuk Basung, Manggopoh, Garagahan, Kampung Tangah, dan Kampung Pinang.

Yoswandi Lelo, Ketua RKKL Jakarta dan sekitarnya meminta para perantau siap bersinergi dan berkontribusi membangun kampung halaman Lubuk Basung.

Kepada  Wakil Bupati Agam, Yoswandi Lelo berpesan agar merealisasikan pelebaran dan perbaikan Jalan dari mudiak dan Ilia ke Lubuk Basung sehingga layak sebagai jalan menuju Kota Kabupaten Agam, Lubuk Basung.

Seorang yang hadir langsung bicara kepada teman semejanya, “Iyo, malu awak kalau pulang kampuang. Jalannya sampik jo buruak. Awak tingga di Kota Kabupaten Agam bana, tu.”

Baca Juga  Nono Sampono Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Kota Ambon

Ir. Firdaus Syahril yang berasal dari Kec. Ampek Angkek Nagari dan sumando orang Lubuk Basung meminta perbaikan jalan dari Simpang BK ke Ampek Angkek Nagari, “Masyarakat bisa mandiri membangun Lubuk Basung, tapi khusus membangun jalan adalah tugas pemerintah,” pungkasnya.

Muhammad Iqbal, S.E., M. Com., Wakil Bupati Kabupaten Agam mengatakan bahwa permintaan jalan yang lebar dan bagus menuju Kota Lubuk Basung telah diproses pihak pemerintah di tingkat Provinsi Sumbar. Kemudian
H. Ilham, Lc., M.A., Ketua DPRD Kab. Agam menguatkan bahwa pihak dewan dan legislatif sedang bersama-sama memperjuangkannya.

“Kami tunggu selesainya, Pak. Jangan sampai masa jabatan habis, jalan ke Kota Lubuk Basung belum beres juga,” seseorang membalas dengan menyindir pejabat lama walaupun dia yakin ucapannya tidak terdengar sampai ke panggung tempat Bupati dan Ketua Dewan berpidato. Apalagi oleh pejabat yang lama karena mereka tidak hadir.

Wakil Bupati Agam menanggapi bahwa pemerintah tidak hanya fokus ke jalan. Namun, juga pada kemajuan dan kesejahteraan petani serta kemakmuran maayarakat pada umumnya. Akan ada bantuan buat petani dengan kriteria-kriteria tertentu. Kebijakan pemerintah bertujuan untuk kemakmuran masyarakat Kabupaten Agam tanpa kecuali. Hanya saja khusus untuk Lubuk Basung dibandingkan kecamatan lainnya ada perbedaannya karena posisi Lubuk Basung sebagai Kota Kabupaten Agam.

Baca Juga  Nevi Zuairina Minta Pengendalian Harga pada Tata Niaga Pangan

Ketua Bundo Banduang Lubuk Basung, Linda Mutia bersama para panitia mengemas acara Silaturahmi untuk menyenangkan seluruh hadirin. Atraksi dan lomba seni diadakan dengan tujuan melestarikan budaya Minangkabau khususnya yang berkembang di Lubuk Basung. Kategori seni yang dilombakan adalah pantun manyambuik Marapulai dan anak daro, silek, dan drama-tarian. Lomba seni dimenangkan oleh perwakilan RKKL yang berasal dari Kanagarian Kampuang Tangah. Panitia juga mengadakan KIM sebagai hiburan dan pemberian hadiah. Di pintu masuk tempat acara, berjejer para pelaku UMKN menjual produk kuliner dan lainnya. Tema pertemuan, Basobok Mangko Kasanang benar-benar tercermin dalam acara Silaturahmi RKKL 2025 . (Ismalinar)