Dewi Yull Sampaikan Tausyiah Penuh Makna di Safari Dakwah Kota Pariaman

Dewi Yull

Pariaman – Artis senior ibu kota, Hj. Dewi Yull, hadir di Kota Pariaman dalam rangka Safari Dakwah bersama Yayasan Ikatan Instruktur Pengajar Al-Qur’an dan Hadits (IKPAH) Indonesia, Jumat (16/5).

Kehadiran Dewi Yull dan rombongan disambut hangat oleh Wali Kota Pariaman Yota Balad, Ketua TP PKK, Ketua GOW, serta para tamu undangan di Aula Balaikota.

Dalam tausyiah yang disampaikannya, Dewi Yull mengisahkan pengalaman pribadinya sebagai ibu dari anak-anak disabilitas. Dengan suara bergetar, ia mengajak para orang tua untuk lebih bersyukur dan penuh kehati-hatian dalam merawat anugerah terbesar dalam hidup, yaitu anak.

“Saya dititipkan empat orang anak. Tapi nikmat kesempurnaan tak selalu diberikan Allah secara utuh. Jika sudah dikaruniai anak-anak yang sehat dan sempurna, jangan pernah disia-siakan,” ujarnya menyentuh.

Baca Juga  Dispersip Pariaman Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal

Selain berbagi kisah kehidupan, Dewi Yull juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak melalui ucapan dan sikap sehari-hari. Menurutnya, anak adalah cerminan rumah tangga.

“Jangan pernah memarahi anak dengan nada tinggi di depan orang lain. Didik mereka dengan kelembutan, karena anak-anak belajar dari contoh, bukan hanya dari kata-kata,” tuturnya.

Di tengah gempuran teknologi dan perkembangan pendidikan formal, Dewi Yull mengingatkan pentingnya menanamkan adab dan akhlak sejak dini.

“Percuma pintar kalau tidak punya adab. Di zaman sekarang, akhlak harus jadi pondasi utama,” tegasnya.

Baca Juga  Warga Kurang Mampu di Pauh Timur Dapat Bantuan Bedah Rumah

Ia juga mengingatkan bahwa segala hal yang kita miliki—termasuk anak, harta, hingga jabatan—adalah titipan dari Allah SWT.

“Jangan pernah merasa memiliki sepenuhnya. Kalau Allah ingin mengambil, semuanya bisa hilang dalam sekejap,” ujarnya penuh makna.

Safari dakwah ini menjadi momentum penting bagi warga Kota Pariaman untuk menumbuhkan empati terhadap kaum disabilitas serta solidaritas terhadap saudara-saudara di Palestina.

Menutup tausyiahnya, Dewi Yull mengajak para hadirin untuk senantiasa bersyukur dan ikhlas dalam menjalani kehidupan.

“Tidak ada kesabaran yang sempurna, tidak ada keikhlasan yang sempurna. Tapi saya yakin, takdir Allah itu selalu baik,” tutupnya. (agus)