Dispersip Pariaman Gelar Bimtek Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Pariaman mengadakan bimbingan teknis (bimtek) kepenulisan berbasis konten budaya lokal

Pariaman – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Pariaman menggelar bimbingan teknis (bimtek) kepenulisan berbasis konten budaya lokal 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Perpustakaan dan Arsip By Pass Kota Pariaman, Kamis (15/5).

Kepala Dispersip Kota Pariaman, M. Syukri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal melalui tulisan.

“Budaya lokal adalah kekayaan yang tak ternilai. Ia mencerminkan identitas kita, sejarah kita, dan merupakan warisan berharga dari nenek moyang. Kita memiliki berbagai tradisi, seni, bahasa, dan kearifan lokal yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan. Tidak salah jika dikatakan bahwa budaya lokal adalah harta karun yang perlu dijaga,” ujar M. Syukri.

Baca Juga  13 Lulusan SMA/Sederajat Ikuti  Seleksi Masuk Politeknik PU Semarang

Bimtek ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Pariaman melalui Dispersip dan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pegiat literasi, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), pustakawan, hingga masyarakat umum.

Menurut M. Syukri, kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap pertemuan, yakni Mei pembekalan awal serta penugasan penulisan, Juni  telaah dan review hasil tulisan, akhir evaluasi dan finalisasi karya.

Pada bimtek ini, para peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar kepenulisan dan kebahasaan, pengantar budaya dan kearifan lokal, pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam dunia kepenulisan, teknik pengumpulan dan pengolahan data, hingga praktik penulisan karya.

Baca Juga  71 Desa/Kelurahan di Pariaman Laksanakan Musrenbang

Selain pembekalan teknis, para pemateri juga memberikan motivasi agar peserta dapat menghasilkan tulisan yang bermakna dan berkualitas.

“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan penulis-penulis yang mampu menciptakan karya yang istimewa, berisi pengetahuan, pengalaman, serta pesan dan informasi positif yang mampu membawa para pembaca menyelami wajah sejarah dan budaya masyarakat Pariaman,” tutup M. Syukri.