Genius Dukung Syekh Sulaiman Ar Rasuli Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional

PARIAMAN – Milad Persatuan Tarbiyah (Perti) ke 95 yang diselenggarakan di Auditorium UNP Padang, dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin, Jumat (5/5).

Wapres RI mengatakan Milad Perti ke 95 tahun 2023 ini bertemakan Meneguhkan Khittah, Menjaga Persatuan Menuju Indonesia Emas dan sesuai dengan tema tahun ini, tidak lepas dari kesadaran Persatuan Tarbiyah, untuk berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Visi tersebut hanya mungkin terwujud, bila seluruh komponen bangsa berkomitmen untuk membangun sumber daya manusia yang mumpuni.

Wakil Presiden juga menjelaskan, bahwa peran Perti menjadi bagian dari penegakan nilai islami di Indonesia, yang sejak didirikan pada 5 Mei 1928, telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga  99,62 Persen Warga Pariaman Terdaftar di BPJS Kesehatan

Seiring dengan perjalanan waktu, mantan Ketua MUI ini mengungkapkan Pendiri Perti, Syekh Sulaiman Ar Rasuli, pada tahun 1969, menyerukan agar Perti menanggalkan status sebagai partai politik dan kembali ke khittah sebagai organisasi sosial keagamaan, tuturnya.

“Sebagai ormas yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah dan sosial, Perti ikut bertanggung jawab dalam melahirkan SDM yang mumpuni di bidangnya, khususnya dalam bidang keagamaan Islam, melalui madrasah dan pesantren di bawah bendera Perti, sehingga terus berkontribusi untuk kemajuan peradaban bangsa Indonesia. Dengan telah bersatunya seluruh elemen, kami yakin Perti akan memberikan kontribusi lebih dalam mendukung pencapaian visi Indonesia emas 2045,” tutupnya.

Sementara itu Walikota Pariaman, Genius Umar turut mengamini usul bersama mendesak pemerintah, agar menetapkan Syekh Sulaiman Ar Rasuli atau yang dikenal dengan inyiak Canduang, sebagai pahlawan nasional.

Baca Juga  100 Orang dari Komunitas Otomotif Xaroman Wisata ke Pariaman

Genius menerangkan, sebagaimana catatan sejarah berdirinya tiga organisasi kemasyarakatan Islam, yakni Nahdlatul Ulama oleh KH Hasyim Asy’ari, Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan, dan Perti digagas Syekh Sulaiman Ar Rasuli.

“Ketiga Ulama ini adalah karya besar ulama satu generasi, yang sama-sama belajar dari ulama yang sama di Mekah, yaitu Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Bagi dua nama besar, yakni KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan, sudah sejak lama ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Sementara pendiri Perti, Syekh Sulaiman Ar Rasuli, hingga kini masih dalam perjuangan bersama untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” ulasnya mengakhiri. (agus)