81 Pasien Covid-19 Padang Pariaman Jalani Isoman

Yutiardi Rifai

PARIK MALINTANG -Satgas Penanganan kasus Corona Virus Desease (Covid-19) Padang Pariaman tampak sedikit kewalahan, mengingatkan masyarakat supaya mematuhi protokol kesehatan. Sementara masyarakat terlihat tetap saja ‘enggan’ memakai masker.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Yutiardi Rivai, masyarakat harusnya khawatir dengan kondisi sekarang, dimana pasca lebaran, kasus corona terus saja bertambah dan, kini telah 1.596 orang terpapar. Limapuluh delapan diantaranya dilaporkan, meninggal.

“Hari ini ada lagi penambahan 13 orang. Sementara yang sembuh cuma tiga,” ujar Kadis Kesehatan, Yutiardi, Jumat (4/6) petang.

Diungkapkan Yutiardi, dari 1.596 yang terpapar, masih ada 104 orang lagi yang masih dalam upaya penyembuhan. Mereka, 22 orang diantaranya dirawat di rumah sakit, 81 orang menjalani isolasi mandiri dan satu orang lagi isolasi Pemda. Sedangkan 58 orang yang lainnya dilaporkan meninggal.

Baca Juga  Afriendi Sikumbang Didaulat Jadi Ketua Umum

Terjadinya peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Padang Pariaman, menurut Yutiardi, itu tidak terlepas dari masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaksankana protokol kesehatan.
Searang Padang Pariaman berada di zona orange. Jika masyarakat tetap saja abai dengan protokol kesehatan, daerah bisa saja terperosok ke zona merah.

Sekaitan itu, Yutiardi, kembali mengimbau kepada masyarakat agar disiplin melaksanakan protokol kesehatan, yaitu pakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak dengan sesama, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. “Mari kita budayakan 5M dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga  Pemilihan Walinagari Toboh Gadang Selatan Lancar

Menurut Yutiardi Rivai, salah satu cara memutus mata rantai penyebaran virus corona adalah dengan melaksanakan protokol kesehatan. Jika masyarakat benar-benar mau melaksanakan prokes, virus yang pertama kali ditemukan Wuhan, China itu bakal segera teatasi.

Yutiardi pun berharap kepada pemuka dan tokoh-tokoh mayarakat, termasuk tokoh adat dan agama, ikut mensosialisasikan atau mengajak masyarakat untuk melaksanakan Prokes. “Mari kita ajak anak-anak dan kemanakan supaya disiplin Prokes,” ulasnya. (arief)