PADANG – Seorang pria yang belum diketahui identitasnya dilaporkan hanyut setelah diduga terseret ombak di kawasan Pantai Koto Marapak, Kecamatan Padang Barat, Selasa (3/6) sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga kini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, menyatakan pihaknya menerima laporan adanya seorang warga yang tenggelam tidak jauh dari batu grib, sekitar 10 meter dari bibir pantai. Korban terlihat terakhir kali sedang berenang seorang diri dalam kondisi ombak cukup besar.
“Saksi mata melihat korban berenang sekitar 100 meter dari tepi pantai. Saksi sudah mengingatkan agar korban kembali ke tepi, namun korban tetap menuju ke tengah laut hingga akhirnya hilang dari pandangan,” ujar Hendri.
Korban, yang untuk sementara disebut sebagai Mr. X, diperkirakan berusia sekitar 30 tahun. Saat kejadian, korban mengenakan baju kemeja dan kaus yang kemudian ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih belum berhasil diketahui.
Saksi dalam kejadian ini bernama Aidil Perdana Putra (26), warga Jalan Samudra 88. Ia sempat berbincang singkat dengan korban sebelum peristiwa nahas tersebut terjadi. “Saya sempat ditanya nama oleh korban, lalu saya jawab. Setelah itu saya suruh dia ke pinggir, tapi dia terus berenang menjauh, dan akhirnya hilang di balik ombak,” jelas Aidil.
BPBD Kota Padang bersama sejumlah unsur gabungan langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD yang dipimpin langsung oleh Kalaksa dan Kabid Kedaruratan dan Logistik turun ke lokasi untuk melakukan pencarian.
“Proses pencarian dilakukan dengan berenang dan menyisir area sekitar batu grib. Kondisi ombak yang cukup besar menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan,” tambah Hendri Zulviton.
Selain BPBD, pencarian juga melibatkan unsur Basarnas, Damkar Kota Padang, PMI, Polri, TNI, Dinas Pariwisata, aparat kecamatan dan kelurahan, serta dukungan dari masyarakat sekitar. Semua pihak bersinergi dalam upaya menemukan korban sesegera mungkin.
Hingga Selasa malam, hasil pencarian masih nihil. Namun, upaya pencarian akan dilanjutkan dengan memperluas radius pencarian, mengingat arus laut yang cukup kuat kemungkinan membawa korban menjauh dari lokasi awal tenggelam.
BPBD mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca serta gelombang laut sebelum melakukan aktivitas di kawasan pantai. “Kami juga mengajak masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui informasi terkait identitas atau keberadaan korban,” tutup Hendri Zulviton. (der)












