Usut Tragedi Dua Balita Tewas, Polda Riau Bidik Tanggung Jawab Pejabat PHR

PEKANBARU – Penyelidikan terkait insiden tragis yang menewaskan dua balita di kolam limbah milik PT Pertamina Hulu Rokan di Rokan Hilir terus berlanjut.

Terbaru, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau akan memanggil dan memeriksa lagi delapan pejabat anak perusahaan dari Pertamina (Persero) tersebut.

Hal itu diungkapkan Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Asep Darmawan kepada topsatu.com, Rabu (4/6/2025).

“Kita sudah periksa 2 orang dan terbaru saya sudah tanda – tangani 8 surat pemanggilan lagi dan akan diperiksa dalam waktu dekat,” katanya.

Asep juga menjelaskan bahwa pihaknya telah meninjau langsung kondisi kolam limbah yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya dua anak tersebut.

Kolam itu disebut telah melalui proses pemisahan antara limbah padat dan cair, namun pihak kepolisian masih akan menyelidiki apakah seluruh prosedur standar operasional (SOP) benar-benar dijalankan.

Baca Juga  PHR Imbau Masyarakat Tak Beraktivitas di Area Obvitnas: Demi Keselamatan dan Keamanan Bersama

“Limbah hasil pengeboran seperti CMTF (Cuttings Mud Treatment Facility) seharusnya sudah melalui proses treatment dan injeksi hingga tidak lagi mengandung zat beracun sebelum disimpan di kolam penampungan,” jelas Asep.

Ia menegaskan bahwa area kolam limbah semestinya dilengkapi dengan rambu peringatan, pengamanan, dan pengawasan yang ketat.

Hal ini menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

“Kami akan menelusuri siapa yang lalai dan bertanggung jawab. Ini soal nyawa anak-anak,” tegasnya.

Sebelumnya, topsatu.com memberitakan insiden tragis ini terjadi pada Selasa, 22 April 2025 di Dusun Mekar Sari, Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir.

Baca Juga  Piala AFF, Indonesia Kalahkan Kamboja 5-1

Dua balita berinisial FSH dan FW dilaporkan meninggal dunia setelah ditemukan di kolam limbah milik PHR tersebut.

Peristiwa itu berawal saat kedua korban diduga bermain di sekitar lokasi tanpa sepengetahuan orang tua.

Ketika ibu korban, Fatimah, pulang dari pasar sekitar pukul 13.50 WIB, ia tidak mendapati anak-anaknya di rumah. Suaminya saat itu masih tertidur.

Panik, mereka mencari keberadaan sang anak hingga mendapat informasi dari seorang warga bernama Bintang yang menunjukkan arah tempat terakhir anak-anak terlihat bermain.

Saat ayah korban menuju lokasi, ia terkejut mendapati kedua anaknya sudah dalam kondisi tidak bernyawa di kolam limbah.

Korban sempat dibawa warga ke puskesmas terdekat, namun nyawa mereka tidak dapat diselamatkan.(*)