Padang, UNP  

UNP dan BKKBN Bahas Strategi Bonus Demografi dan Kesehatan Mental Remaja

PADANG –  Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar kuliah umum bertema “Strategi Kependudukan, Kesehatan Mental, dan Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja” di Aula Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP, Rabu (19/8/2026).

Kuliah umum tersebut menghadirkan Sekretaris Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) RI, Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol., Ph.D., sebagai narasumber utama. Kegiatan dibuka oleh Rektor UNP Ir. Krismadinata, Ph.D., dan dimoderatori Dr. Okki Trinanda, S.E., M.M.

Kegiatan turut dihadiri sejumlah pimpinan fakultas di lingkungan UNP, Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, serta jajaran OPD BKKBN kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

Dalam paparannya, Prof. Budi Setiyono membahas pentingnya pemanfaatan bonus demografi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan program prioritas nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar karena jumlah penduduk usia produktif yang sangat tinggi.

Baca Juga  Wisuda ke-145 Hari Pertama, Rektor UNP Dorong Peran Lulusan dalam Mitigasi dan Rehabilitasi Pascabencana

Ia menyebutkan, jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai sekitar 284,67 juta jiwa, dengan sekitar 196 juta jiwa atau 64 persen di antaranya berada pada usia produktif.

“Persoalannya adalah bagaimana mengaktualisasikan produktivitas penduduk usia produktif tersebut secara riil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Prof. Budi mengingatkan, bonus demografi harus dikelola secara tepat agar tidak berubah menjadi tantangan sosial dan ekonomi. Jika pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja tidak mampu mengimbangi pertumbuhan penduduk usia produktif, angka pengangguran berpotensi meningkat.

Ia juga menyoroti derasnya arus informasi yang dihadapi generasi muda. Menurutnya, paparan informasi yang berlebihan dapat memengaruhi pola pikir dan pengambilan keputusan generasi muda sehingga diperlukan pendampingan dan penguatan kapasitas.

Lebih lanjut, Prof. Budi menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai target Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia dan produktivitas penduduk usia kerja. Jika bonus demografi tidak dikelola dengan baik, Indonesia berisiko terjebak dalam middle income trap.

Baca Juga  Tim PKM FT UNP Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Digital di Nagari Sungai Beringin Kab. Limapuluh Kota

Rektor UNP Ir. Krismadinata, Ph.D., mengatakan kehadiran Prof. Budi Setiyono memberikan kesempatan bagi sivitas akademika untuk memperoleh wawasan langsung dari seorang akademisi sekaligus birokrat.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen UNP dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap isu strategis nasional, khususnya bidang kependudukan, pendidikan, kesehatan mental, dan pembangunan keluarga.

Kuliah umum ditutup dengan penyerahan sertifikat dan cinderamata kepada narasumber serta sesi foto bersama.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UNP memperkuat kolaborasi dengan pemerintah sekaligus mendorong peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda yang produktif, sehat, dan siap menghadapi tantangan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. (Yn)