Terkait penambahan kuota ini, rektor mengatakan kalau hal ini selain karena adanya penambahan prodi baru di Unand, yaitu Sarjana Geometri sebanyak 75 orang, juga tersedia daya tampung untuk berbagai prodi lainnya.
“Dengan adanya pandemi pun tidak banyak pengaruh pada perkuliahan karena penambahan daya tampung ini. Karena semua sudah disesuaikan juga dengan rasio dosen mahasiswa serta perlengkapan proses perkuliahan,” katanya.
Ditambahkan juga oleh Wakil Rektor I Unand, yang juga merupakan ketua panitia PMB Unand, Prof. Mansyurdin, bahwa jadwal penerimaan ini sudah berjalan mulai dari peluncuran sistem PMB, registrasi akun di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), penetapan siswa yang memenuhi syarat atau elgible dari sekolah, hingga pengisian data.
“Selanjutnya pendaftaran SNMPTN akan dibuka dari 15 Februari hingga 24 Februari,” katanya. Bagi siswa yang telah dinyatakan lulus SNMPTN 2021, 2020 dan 2019 akan ditolak untuk mendaftar UTBK.
Sementara untuk jadwal UTBK akan dimulai registrasinya pada 7 Februari hingga 12 Maret, kemudian pendaftaran pada 15 Maret hingga 1 April. “Pelaksanaan UTBK berlangsung pada awal April dan Awal Mei 2021. Sedangkan pengumumannya 14 Juni 2021,” jelasnya.
Selain itu, Unand yang biasa menyediakan program bidik misi untuk siswa tidak mampu tetap akan menyediakan kuota untuk tahun ini, walau dengan nama baru Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“Siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan skema KIP Kuliah,” ujar WR I Unand.
Selain itu, dia juga menyebutkan, seleksi mandiri di Unand akan dilaksanakan dalam empat jalur, berdasarkan kemampuan akademik, berdasarkan prestasi unggul, berdasarkan kebutuhan khusus dan berdasarkan kerjasama. (wahyu)












