Turunkan Stunting Limapuluh Kota Ditunjang DAK Rp1,7 Miliar

Limapuluh Kota – Angka stunting di Limapuluh Kota terus menurun dibadingkan beberapa waktu lalu. Karena beberapa program pengentasan stunting itu, terus dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. Selain itu, tekad dari pemerintah daerah untuk menjadikan Limapuluh Kota menjadi daerah bebas stunting juga disikapi dengan positif pemangku kepentingan hingga masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Limapuluh Kota Adel Nofirman, kepada wartawan, Selasa (1/11), mengatakan, Kabupaten Limapuluh akan terus memperteguh komitmen untuk menurunkan angka stunting. Langkahnya, dengan merapatkan barisan segenap elemen pemangku kepentingan penurunan stunting di tingkat nagari, kecamatan dan kabupaten. “Sepanjang tahun 2022, kita ditunjang dari DAK bersumber non fisik BOKB sebesar Rp1,7 miliar. Dimana titik tolak penurunan stunting adalah secara konvergen serta terintegrasi dalam mengawal aksi program penanganan anak stunting dan keluarga beresiko stunting,” ujarnya.

Menurutnya, peran tim percepatan penurunan stunting Limapuluh Kota, juga memiliki peran yang sangat penting. Itu terbukti Kabupaten Limapuluh Kota telah memasuki tahun ketiga sebagai salah satu lokus penurunan stanting tingkat nasional. Sampai tahun 2024 pemerintah secara nasional menargetkan untuk menurunkan angka prevalensi stanting sampai 14 persen. Saat ini di Limapuluh Kota prevalensi turun menjadi 22,2 persen dimana pada tahun sebelumnya 28,2 persen.

Baca Juga  Satgas Covid Bakal Menyisir Warga yang Terlibat Buka Paksa, Peti Jenazah di Limapuluh Kota

“Tercatat 1.974 anak menderita stanting dan 40.537 keluarga beresiko stunting (42,77 persen) dari jumlah data keluarga. Agar upaya penurunan dan pencegahan stanting di Limapuluh Kota tercapai, diperlukan kolaborasi dan sinergi yang baik antara perangkat daerah yang juga melibatkan semua unsur serta instansi vertikal,” tambahnya.

Dikatakan, bupati Limapuluh Kota juga mendorong terciptanya kerjasama dengan pemangku kepentingan lainnya, akademisi, dunia usaha, perantau, LSM dan organisasi masyarakat. “Komitmen Pemkab Limapuluh Kota dalam ikhtiar menurunkan stunting terurai antara lain dengan pembentukan tim percepatan penurunan stanting tingkat kabupaten, kecamatan dan nagari. Tugas tim adalah mengkoordinasikan, mensinergikan, mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting secara efektif, konvergen dan terintegrasi dengan melibatkan lintas sektor,” katanya.

Sementara itu, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, yang dihubungi, mengatakan, untuk menunjang langkah-langkah penurunan angka stunting sepanjang 2022, Limapuluh Kota memperoleh fasilitasi dana Rp1,7 miliar bersumber dari DAK non fisik BOKB. Pembiayaan ditujukan untuk bantuan komunikasi dan paket data setiap bulan serta operasional pendampingan sasaran berisiko stunting. “Juga pembentukan Tim Pendampingan Keluarga (TPK) yang berjumlah 741 orang dengan rincian sembilan orang per nagari. Yang terdiri dari kader PKK, kader KB dan bidan di fasilitasi dengan aplikasi berbasis elektronik Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil),” ucapnya.

Baca Juga  Guru SD dan SMP Ikuti Bimtek Analisis CP Mulok BAM

Sebelumnya, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sumbar Nova Dewita, menyampaikan, BKKBN sebagai salah satu lembaga pemerintah non kementerian diberikan tugas baru untuk percepatan penurunan stunting. “Percepatan penurunan stanting merupakan upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif dan berkualitas melalui kerja sama multisektor dipusat, daerah dan desa. Pelaksanaan percepatan penurunan stanting tersebut ditujukan kepada kelompok sasaran meliputi remaja calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak berusia 0 sampai 59 bulan,” ujarnya. 207