Tersendat di Jalan Poros Satuan Pemukiman VIII Kecamatan Timpeh

Kondisi Jalan Poros SP 8 Kecamatan Timpeh, Dharmasraya.

Roni Aprianto / Wartawan Madya

Dharmasraya – Matahari mulai condong ke arah barat, teriknyapun mulai meredup. Jarum jam menunjukan pukul 16.30 WIB. Sejumlah Aparatur Sipil Negara mengobrol ngalur – ngidul di lobi kantor Bupati Dharmasraya. Ada pula yang asik dengan android miliknya dan ada yang mempersiapkan barang – barang bawaan untuk Tim Safari Ramadhan .

Hari itu Jumat ( 31/3/2023) merupakan kunjungan serentak dan terakhir bagi 17 Tim Safari Ramadhan 1444 Hijriah Pemkab Dharmasraya. Tim ini bakal mengunjungi sejumlah masjid yang tersebar di beberapa nagari. Sekira pukul 17.30 WIB masing- masing tim mulai bergerak menuju sasaran kunjungan.

Saya bergabung dengan Tim III Safari Ramadhan yang dikomadoi Pimpinan DPRD, Ir.Adi Gunawan,MM. Sesuai SK Bupati Sutan Riska, kami dipercaya mengunjungi Masjid Nurul Huda, Jorong Bukit Tujuh, Kenagarian Ranah Palabi, Kecamatan Timpeh. Puluhan kilometer dari pusat ibukota kabupaten. Memakan waktu perjalanan kurang lebih satu jam.

Rombongan kami terdiri dari Kepala Dinas BPBD, Eldison, Mubaliq, Ridwan Syarif, anggota DPRD, pihak kepolisian, dan ejumlah ASN lainnya.

Kecamatan Timpeh merupakan kawasan tramsmigrasi yang dimulai sejak tahun 1882 hingga tahun 1995 lalu.  Jumlah masyarakat yang berhasil ditransmigrasikan ke daerah tersebut mencapai 2.568 kepala keluarga yang berasal dari berbagai daerah yakni, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, dan transmigrasi lokal. ( Data Dinas Transmigrasi).  Kini, jumlah penduduknya berkembang beberapa kali lipat, masyarakatnya pun sudah pandai pula berbahasa minang, begitu juga pembangunannya berkembang cukup pesat.

Iring- iringan kendaraan yang saya tumpangi menyapu debu jalanan, melewati jembatan, jalan bergelombang, berlobang, perkebunan sawit dan semak belukar. Setengah jam sebelum waktu berbuka puasa tiba, apa hendak dikata, rombongan kami tersendat di Jalan Poros Satuan Pemukiman ( SP) VIII  oleh truck puso bermuatan kepala sawit melebihi tonase. Truck ini diketahui adalah milik salah satu perusahaan kepala sawit diwilayah setempat, terperosok dijalan yang hendak kami lewati. Puluhan warga setempat berusaha menolong, agar truck ini bisa keluar dari kubangan yang cukup dalam itu.

Baca Juga  Kebut Pembahasan dan Penetapan APBD-P 2024, DPRD Lantik Pimpinan Definitif

Setelah menunggu beberapa saat, truck ini tak jua bergerak. Ada rasa kesal, mau marah, tapi ingat puasa. Inilah salah satu hikmah puasa meredam emosi diri.

Warga pun menghampiri kami dan bertanya,” Mau kemana pak,” tanya warga ini.

“Kami mau ke Masjid Nurul Huda,” jawab Koordinator Tim III Safari Ramadhan, Ahmad Diono.

“Kalau ditunggu, bisa lama ini pak. Bagusnya lewat jalan lain saja. Bapak mundur lagi, terus tak jauh dari sini ada simpang, bapak dengan rombongan lewat sana saja,” terang warga ini mengarahkan kami.

Akhirnya kami pun tarik mundur dari jalan tersebut dan melintasi jalan alternatif yang disarankan warga ini. Jalan yang lebarnya pas pasan dengan kendaraan roda empat. Jika ada kendaraan yang sama datang dari arah berlawanan bisa tersendat lagi perjalanan kami, untung saja tidak ada.

15 menit sebelum waktu berbuka puasa kami mendarat di tempat tujuan. Senang rasanya sampai dengan selamat. Walinagari Ranah Palabi, Viko Andesolta Putra, kepala jorong, tokoh masyarakat, dan puluhan warga setempat menyambut kami dengan ramah.

Jarum jam terus bergerak, dan tibalah saatnya waktu berbuka puasa. Kami pun berbaur dengan masyarakat menikmati hidangan berbuka puasa yang telah disediakan. Lega rasanya, sampai juga dipenghujung puasa di hari itu.

Menurut Walinagari Ranah Palabi, Viko Andesolta Putra, Jalan Poros SP 8 merupakan akses penghubung Kecamatan Timpeh dan Kecamatan Padang Laweh. Jalan tersebut juga akses satu- satunya yang dilalui masyarakat dan perusahaan kelapa sawit untuk mengangkut hasil pertanian.

Baca Juga  Upacara Peringatan Hari Pahlawan dan Hari Kesehatan Nasional 2025 Digelar Serentak di Dharmasraya

Sayangnya mutu jalan tidak seimbang dengan beban kendaraan yang melintasinya. Sehingga jalan yang telah diaspal hotmix menjadi rusak, berlobang serta begelombang. Bahkan terdapat juga lobang yang menganga besar dan cukup dalam.

“Truck itu terperosok dijalan yang aspalnya sudah mengelupas dan berlobang cukup dalam. Lobang jalan akibat banyaknya kendaraan bermuatan tonase yang melintas,”  terang walinagari ini.

Katanya, pihak pemerintah nagari tidak bisa berbuat banyak atau menghalangi kendaraan perusahaan kelapa sawit melintas lantaran memang akses satu- satunya.

“Kami dari pemerintah nagari terus melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan serta memintak tolong untuk memperbaiki jalan yang rusak. Kalau kita mengandalkan dana nagari, mana sanggup,” katanya.

Walinagari ini juga menyampaikan permintaan maaf atas terganggunya perjalanan Tim III Safari Ramadhan saat menuju Masjid Nurul Huda.

“Kendati ada sedikit rintangan, kita masih tetap bersyukur karena masih diizinkan allah untuk bertatap, silaturahmi di malam ke 10 ramadhan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut salah seorang tokoh masyarakat setempat, Taryono ( 60), setiap harinya, siang malam,  puluhan kendaraan besar melintas dijalan tersebut. Mengangkut CPO, dan tandan buah segar kelapa sawit,  melebihi tonase.

“Rusaknya jalan itu karena muatan kendaraan yang teralu berat. Terperosoknya kendaraan di jalan tersebut sudah sering, puluhan kali karena aspalnya sudah terlupas sampai ke dasar tanah,” katanya.

Ia berharap kapasitas jalan bisa ditingkatkan sesuai beban kendaraan yang melintas,” Dananya bisa berasal dari pemerintah dan perusahaan,” pungkasnya.

Hingga pukul 22.15 WIB, usai kegiatan Safari Ramadhan, mobil truck pengangkut TBS tersebut belum juga bergerak. (***)