PARIAMAN – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumbar, Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan akan memperbaiki Terminal Jati Tipe A bulan ini. BPTD juga akan melakukan kajian teknis terhadap usulan-usulan yang disampaikan.
Hal ini disampaikan Kepala BPTD Kelas II Sumbar, Deddy Gusman ketika melakukan kunjungan ke Walikota Pariaman Yota Balad di ruang kerja walikota, Senin (4/8).
Ia mengharapkan, hasil dari kunjungan ini dapat segera direalisasikan dalam bentuk program konkret yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Untuk saat ini yang akan kita lakukan adalah perbaikan Terminal Jati tipe A mulai dari rehab kantor, musahala, kantin, kios dan toilet. Semua ini kita lakukan karena melihat kondisi Terminal Jati tipe A yang sudah wajib diperbaiki sehingga semua pengunjung nantinya lebih nyaman, “ ucapnya.
Deddy Gusman, juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program Pemerintah Kota Pariaman dalam bidang transportasi darat.
“Kami akan menindaklanjuti masukan-masukan dari walikota . BPTD siap bersinergi untuk menciptakan sistem transportasi darat yang aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat Pariaman,” ujarnya.
Kunjungan Kepala BPTD Kelas II Sumatera Barat, Deddy Gusman juga didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Pariaman, Afwandi beserta jajaran.
Yota Balad menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian BPTD terhadap kemajuan transportasi di Kota Pariaman.
“Kami senang dengan kehadiran Kepala BPTD beserta jajarannya. Ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah kota dengan lembaga vertikal dalam upaya meningkatkan pelayanan publik, khususnya di sektor transportasi. Kami juga mengucapkan terima kasih atas niat BPTD untuk memperbaiki Terminal Jati tipe A yang memang dibawah naungan Kementerian Perhubungan namun berada di Kota Pariaman, “ ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Balad juga meminta agar BPTD dapat membantu dalam pengembangan dan revitalisasi terminal angkutan yang ada di Kota Pariaman dan beberapa perbaikan terhadap traffic light atau lampu lalu lintas. Hal ini bertujuan untuk menciptakan Kota Pariaman yang lebih nyaman, dan terintegrasi dengan moda transportasi lain. (agus)












