Tempuh Medan Berat dengan Sepeda Motor, Bupati JKA Temui Masyarakat 

PARIK MALINTANG – Bupati H. John Kenedy Azis beserta Sekda Hendra Aswara dan para Kepala OPD turun mengunjungi sejumlah daerah yang barangkali selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah dengan bersepeda motor.

Ada sekitar 50 sepeda motor yang turut mengiringi perjalanan JKA ke Lubuak Gadang, Kampuang Beringin, Nagari III Koto Aua Malintang yang kemudian dilanjutkan ke Nagari Malai III Koto Aua Malintang Utara, Kecamatan IV Koto Aua Malintang, Jumat (1/5).

Rombongan bupati bertolak dari pendopo sekitar pukul 07.40 Wib sempat tertunda beberapa menit karena hujan yang turun sejak sore sebelumnya belum juga reda. Namun, begitu hujan berhenti, mereka pun bertolak. Terlihat ada pula yang berpasang-pasangan, seperti bupati dengan Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Nita Azis dan Sekda Hendra dengan isteri yang telah menjadi ibu bagi anak-anaknya.

Langit masih mendung ketika iring-iringan sepeda motor bupati itu melanju di jalan raya. Bahkan setelah sampai di Aua Malintang pun awan hitam tersebut masih mengancam akan mengguyur mereka, rombongan sang kepala daerah.

Tanjakan berat yang telah dilewati, ternyata tidak kalah berat dengan medan yang harus mereka tempuh untuk sampai di Lubuak Gadang. Jalannya, jalan tanah. Tidak rata, banyak lubang dan berlumpur. Disinilah nyali bupati dan para kepala dinasnya diuji.

Baca Juga  John Kenedy Azis Resmi Jadi Bupati Padang Pariaman

Bupati jago berkendaraan. Gerakannya lincah ketika menghadapi jalan terjal berlumpur. “Bupati memang luar biasa,” ujar salah seorang rombongan. “Saya sendiri, tidak memboncengi siapa-siapa, dua kali terjatuh, sedang bupati lewat begitu saja,” aku Irmansyah.

Kedatangan bupati sepertinya memang dinanti-nantikan masyarakat di Lubuak Gadang dan sekitarnya. Mereka menyambut rombongan dari pemerintah kabupaten di posko Kelompok Tani Sinar Harapan, Lubuak Gadang dengan antusia.

Di situ, setelah satu jam lebih berkendaraan, rombongan bupati disuguhi dengan air kelapa muda. Ada gorengan  ubi dan pisang. Lengkap dengan ketannya. “Air kelapa mudanya segar sekali. Pisang ketannya juga enak, Terima kasih ya ibu-ibu,” ujar Ny. Nita Azis.

Dalam pertemuan singkat itu, Ketua Bamus Nagari III Koto Aua Malintang sempat menyampaikan keluhan masyarakat setempat. Bukan soal ketersedian beras yang hendak mau mereka makan, atau pembeli garam buat memasak, tetapi soal jalan ke kampungnya yang sangat buruk.

Masyarakat Lubuk Gadang berharap, ruas jalan yang telah dibuka semasa Bupati Anas Malik itu bisa pula diaspal, seperti di daerah lain. “Impian ini sudah cukup lama dan, telah berulang-ulang disampaikan ke pemerintah kabupaten,” aku tokoh masyarakat setempat.

Cuma sekitar tiga kilometer panjang ruas jalan yang hendak diaspal. Mesti tidak terlalu panjang, namun belum pernah harapan masyarakat itu ditanggapi pemerintah kabupaten. Jangankan diaspal, dijajaki saja tidak oleh para kepala daerah, pengganti Anas Malik. Kecuali yang sekarang, Bupati John Kenedy Azis.

Baca Juga  Bupati JKA Upayakan Jembatan Maransi Segera Dibangun Kembali 

Apa yang dikeluhkan masyarakat Lubuak Gadang, dapat dirasakankan JKA. “Saya tidak berjanji, tapi Insya Allah, kita akan upayakan ruas jalan ini bisa diaspal secepatnya. Kita akan coba menganggarkannya pada APBD 2027 nanti,” ujarnya.

Mendengar apa yang disampaikan JKA, masyarakat Lubuak Gadang langsung bersyukur. Semoga, negara ini aman-aman saja dan APBD Padang Pariaman bertambah. “Paling tidak sama dengan APBD pada tahun-tahun yang lalu,” tukasnya.

Usai bertemu dengan masyarakat Lubuak Gadang, rombongan melanjutkan perjalanannya. Mereka keluar di Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Dari Geragahan terus Nagari III Koto Aua Malintang Utara, melewati Kota Lubuk Basung.

Rombongan juga tampak disambut gembira masyarakat di Nagari III Koto Amal Utara. Di situ, rombongan bahkan dijamu dengna jamuan makan siang. Makan enak dengan ikan bakar dan ‘samba lado hijau minyak tanak’ serta sayur-sayuran segar. Luar bisa.

Tak banyak yang diminta masyarakat disana kepada bupati. Ada beberapa. Salah satunya yaitu, agar dapat dibangunkan kembali jaringan irigasi meereka yang rusak akibat bencana lalu. Sekarang, aku masyarakat, akibat rusaknya irigasi, mereka terpaksa mengalihfungsikan lahan sawanya dengan bertanam jagung dan lainnya.(darmansyah)