Stephen: Mentawai Indah, Saya Ingin Ikut Memajukannya

Stephen Jhon Thomas (tengah) bersama managemen dan pengacara (arief pratama)

PADANG – Direktur Utama PT. Nasara Lifestyle Development, Stephen Jhon Thomas mengaku tak kapok dan tetap akan melanjutkan investasi pembangunan resort bintang empat di Pulau Awera, Kepulauan Mentawai, meski dihadang sejumlah persoalan.

Kamis (17/5), pengusaha property asal Australia tersebut mendatangi Mapolda Sumbar untuk melaporkan Anna Edy Persulessy, mantan Manager Operasional Nasara Resort atas dugaan penipuan dan penggelapan.

“Mentawai itu sangat indah, penduduknya ramah, dan saya terlanjur cinta dengan daerah itu, serta ingin menghabiskan masa tua bersama istri di sana,” ujarnya.

Ia juga ingin memajukan pariwisata dan perekonomian Mentawai. “Saya akan ajak pengusaha Australia untuk berwisata di Mentawai. Saya ingin membuka lapangan kerja bagi masyarakat
setempat, sehingga meningkatkan perekonomian,” lanjut Stephen.

Untuk itu ia akan tetap melanjutkan pembangunan resort di Pulau Awera dengan memenuhi segala persyaratan perizinan sesuai aturan dan prosedur yang berlaku. “Saya dari awal ingin semua resmi dan sesuai aturan,” tegasnya.

Soal dilaporkannya Edy, ia menegaskan sudah memberi kesempatan kepada Edy untuk memberikan kwitansi atas pengeluaran yang belum ada pertanggung jawabannya. “Saya kasih kesempatan Edy untuk memberi kwitansi uang yang missing tersebut melalui WA atau email, tapi Edy tak mengindahkan, malah saya yang dilaporkan ke polisi di Tua Pejat,” katanya.

Sementara Direktur PT. Nasara International, Rudi Khelces sangat mengapresiasi kinerja penyidik Polda Sumbar yang cepat dalam memahami dan menerima laporan dari pihaknya. “Kita juga menunggu tindak lanjut dari laporan tesebut, selanjutnya pada kesempatan ini saya berharap jangan sampai permasalahan seperti ini membuat menurunnya animo investor di Mentawai,” tutur pengusaha muda yang dipercayai banyak investor asing ini.