Semen Padang Pasok Flyover Sitinjau Lauik, Dirut Tegaskan Siap Suplai Beton Mutu Tinggi

PADANG — PT Semen Padang menjadi andalan dalam pembangunan Flyover Panorama I Sitinjau Lauik, proyek strategis nasional yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan keselamatan transportasi di Sumatera Barat. Perusahaan semen tertua di Indonesia ini ditunjuk sebagai penyedia utama beton mutu tinggi oleh PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (HPSL), pelaksana proyek yang dibentuk oleh konsorsium BUMN.

Direktur Utama PT Semen Padang, Indrieffouny Indra, menyatakan kesiapan penuh perusahaan dalam menyuplai material konstruksi berkualitas tinggi yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur vital tersebut.

“Kami siap mendukung penuh proyek Flyover Sitinjau Lauik. Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun, serta fasilitas produksi yang hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi proyek, kami unggul dalam kualitas dan kecepatan distribusi,” ungkap Indrieffouny Indra.

Ia menegaskan bahwa PT Semen Padang, sebagai bagian dari Semen Indonesia Group (SIG), telah berkomitmen untuk menyediakan produk berkualitas yang memenuhi standar nasional maupun internasional, termasuk beton tahan gempa untuk kawasan rawan bencana seperti Sitinjau Lauik.

Baca Juga  Satu Dekade Tinggal di Rumah Tak Layak, Kini Keluarga Destimar Miliki Hunian Baru Berkat PT Semen Padang

“Sebagai penyedia utama material beton mutu tinggi, kami memastikan bahwa setiap produk telah melalui uji laboratorium yang ketat. Mutu dan ketahanan struktur menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Direktur HPSL, Michael AP Rumenser, menyatakan bahwa proyek ini mengutamakan penggunaan produk dalam negeri. Pemilihan Semen Padang tidak hanya karena kedekatan geografis, tapi juga karena reputasi dan kualitas produknya yang sudah terbukti.

“Volume beton dalam proyek ini sangat besar. Semen Padang menjadi pilihan utama kami karena mampu memenuhi kebutuhan secara konsisten dan berkualitas,” kata Michael.

Proyek Flyover Sitinjau Lauik tahap pertama sepanjang 2,77 km ini dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan anggaran sebesar Rp2,793 triliun. Proyek ini diharapkan rampung pada tahun 2027, dan akan dilanjutkan ke tahap kedua dengan nilai investasi mencapai Rp3 triliun.

Menteri PUPR Dody Hanggodo, yang hadir dalam seremoni groundbreaking, menekankan pentingnya aspek keselamatan dan ketahanan gempa dalam desain flyover ini. Ia juga mendorong percepatan proses pembebasan lahan dan perizinan kawasan hutan agar progres proyek dapat berjalan optimal.

Baca Juga  Reza Maulana : Beasiswa dari Semen Padang untuk Keperluan Sekolah

“Flyover Sitinjau Lauik harus memiliki sertifikasi tahan gempa. Ini kawasan yang rawan, dan kita tidak ingin main-main dengan keselamatan,” tegasnya.

Gubernur Sumbar Mahyeldi turut mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan peran swasta dalam merealisasikan proyek yang sudah lama dinantikan masyarakat Sumatera Barat.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyatakan bahwa flyover ini menjadi terobosan besar dalam peningkatan arus logistik dan keselamatan jalur nasional Padang–Solok. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah menyetujui dimulainya proyek tersebut.

Proyek ini menghubungkan Kota Padang dan Kabupaten Solok melalui kawasan Panorama Sitinjau Lauik yang terkenal dengan kelokan tajam dan kemiringan ekstrem, serta sering menjadi titik rawan kecelakaan. (*)