PADANG — PT Semen Padang mencatat keberhasilan dalam uji coba pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan alternatif ikan nila.
Hasilnya, pertumbuhan ikan meningkat hingga 27 persen dalam waktu dua minggu, menjadikan maggot solusi strategis bagi pembudidaya ikan air tawar.
Kepala Departemen Komunikasi & Hukum PT Semen Padang, Iskandar Z Lubis, mengatakan program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Kami mendorong solusi berkelanjutan, dan maggot BSF terbukti mampu menjawab tantangan pakan mahal dan limbah organik,” katanya.
Dengan pendekatan ekonomi sirkular, perusahaan mengubah masalah menjadi peluang. Limbah dapur dari masyarakat diolah menjadi maggot bernilai ekonomi, yang kemudian dijadikan pakan ikan.
Program ini dilaksanakan bersama Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Lubuk Tampurung Indah, Kecamatan Kuranji.
Uji coba melibatkan empat jenis pakan, termasuk pakan komersial dan pakan berbasis maggot. Kombinasi pakan komersial dan maggot segar terbukti memberikan hasil signifikan dengan efisiensi biaya jauh lebih baik dibandingkan pakan konvensional.
Program ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga mendukung pengurangan sampah organik dan emisi gas rumah kaca. Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Ilham Akbar, menyebut keberhasilan ini bisa direplikasi di berbagai daerah.
Maggot yang digunakan dalam program ini berasal dari Rumah Sentra Budidaya Maggot binaan perusahaan, yang sebelumnya merupakan TPS3R. Transformasi ini menjadi bukti nyata bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan berkontribusi pada ketahanan pangan.
Inisiatif ini juga mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam bidang ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta sejalan dengan visi Pemko Padang dalam menangani darurat sampah.
Ke depan, PT Semen Padang akan memperluas program ini ke wilayah lain dengan potensi budidaya ikan tinggi, sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. (*)












