SARILAMAK – Banyak masyarakat yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dan harus dirawat di rumah sakit, membuat ruang isolasi yang ada di rumah sakit daerah menjadi susah apalagi rumah sakit rujukan. Dengan terbatasnya jumlah ruangan isolasi, sehingga rumah sakit yang ada di daerah harus berupaya memperbanyak ruangan isolasi untuk atasi keterbatasan tersebut.
Direktur RSUD Achmad Darwis Suliki dr. Eva, kepada wartawan, Minggu (22/8), mengatakan, saat ini pihaknya harus berpandai-pandai menyiasati terkait keberadaan ruang isolasi ini. Menurutnya, awalnya dirumah sakit ini terdapat 17 bed bagi pasien isolasi, kini sudah bertambah. “Sekarang sudah 25 bed untuk isolasi Covid-19. Terdiri dari bed bagi pasien transisi dan bagi pasien yang sudah dinyatakan positif,” ujarnya.
Menurutnya, RSUD Achmad Darwis kedepan akan menambah ruangan lagi sebagai isolasi mandiri terhadap pasien Covid-19. Yakni dengan memanfaatkan gedung lain. “Kondisi sekarang, ada 5 pasien positif yang sedang isolasi di rumah sakit. Mudah-mudahan upaya kita dalam menindak lanjuti kekurangan ruangan isolasi bisa teratasi,” tambahnya.
Terkait penambahan tempat isolasi mandiri itu, sempat ditinjau Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo. Kunjungan itu juga didampingi Tim Satgas Covid-19. Pada kesempatan itu, bupati mengingatkan kepada petugas medis untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien yang sedang menjalani isolasi di rumah sakit kebanggaan Luak Limopuluah tersebut.
“Layani pasien dengan baik dan manfaatkan ruangan sebaik mungkin. Mudah-mudahan dengan adanya penambahan ruangan ini bisa mengatasi keterbatasan ruangan dirumah sakit rujukan. Sehingga pasien kita cukup dirawat di daerah saja, tidak dibawa sampai ke Bukittinggi, Padang atau Pariaman,” ucap bupati. 207












