Puluhan Rumah dan Satu Sekolah di Sepanjang Batang Kenaikan Pasbar Terancam Runtuh

Sekolah terancam runtuh akibat perubahan aliran Sungai di Batang Kenaikan, Nagari Seberang Kenaikan, Kecamatan Gunung Tuleh, Kamis (29/1). (Arafat)

SIMPANG AMPEK – Satu sekolah dan puluhan rumah warga yang berada di sepanjang bantaran Sungai Batang Kenaikan, Nagari Seberang Kenaikan, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), terancam runtuh akibat perubahan aliran sungai.

Ancaman tersebut semakin nyata setelah terjadinya pergeseran arus Sungai Batang Kenaikan yang menggerus tebing sungai di sekitar permukiman dan fasilitas umum milik masyarakat setempat.

Penjabat (Pj) Wali Nagari Seberang Kenaikan, Gafarli, Kamis (29/1), didampingi warga setempat Suip Nasution, memperlihatkan kondisi bagian belakang bangunan MTsN 7 Pasaman Barat yang sudah mengalami abrasi cukup parah.

Menurut Gafarli, perubahan aliran sungai tersebut mengakibatkan tanah di sekitar bangunan sekolah dan rumah warga menjadi labil, sehingga berpotensi amblas dan terseret ke badan sungai apabila tidak segera ditangani.

Baca Juga  WNA asal China Ditemukan Meninggal di Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis

Ia menjelaskan, kejadian tersebut merupakan dampak dari curah hujan tinggi dan banjir yang kerap terjadi sejak akhir November hingga Desember lalu di wilayah tersebut.

Selain mengancam bangunan, banjir juga menyebabkan kerusakan parah pada ratusan hektare lahan persawahan serta fasilitas penunjang pertanian milik masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai.

Sejumlah rumah warga yang berjarak sangat dekat dengan tebing sungai kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan dan rawan longsor, terutama saat debit air sungai meningkat.

Warga mengaku tidak bisa tidur dengan tenang ketika hujan deras turun, karena hantaman arus sungai cukup kuat dan dikhawatirkan dapat merobohkan bagian belakang rumah mereka.

Baca Juga  Pemkab Pasbar Bantu Korban Galodo Galapung

Masyarakat setempat mendesak pemerintah daerah agar segera bergerak cepat melakukan penanganan, seperti normalisasi sungai serta perbaikan dan penguatan penahan tebing di kawasan permukiman dan sekolah.

Langkah cepat dinilai penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar serta menghindari korban jiwa akibat runtuhnya bangunan di sepanjang bantaran sungai.

Saat ini, ratusan rumah warga di sepanjang aliran Sungai Batang Kenaikan juga memiliki potensi ancaman serupa, sehingga penanganan menyeluruh sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan permasalahan baru dan kerusakan lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencarian masyarakat. (fat)