Puasa, Hari Raya, Pemilu dan Presiden Baru

Rezki Rifai

 

Oleh Rezki Rifai

Puasa Ramadhan tahun ini diawali dengan perbedaan pelaksanaannya antara pemerintah dan Muhammadiyah. Dimana Muhammadiyah dengan metode hisab memulai 1 Ramadhan di Senin 11 Maret 2024 sementara pemerintah dengan rukhyatul hilal memulai puasa Selasa 12 Maret 2024. Sementara untuk Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 H berkemungkinan sama karena baik metode hisab dan rukhyah akan memenuhi persyaratan untuk bulan baru. Saat inipun kita sudah memasuki 10 hari terakhir dan sedapat mungkin dimanfaatkan untuk ibadah semaksimal mungkin. Walau demikian perbedaan itu adalah anugerah tidak perlu untuk diperdebatkan.

Ramadhan kali ini benar – benar berbeda, setelah tahun kemarin semua sendi kehidupan sudah kembali normal. Saktinya lagi Ramadhan bertepatan dengan pengumuman hasil pemilu baik legislatif maupun presiden yang bagi sebagian orang memuaskan dan bagi sebagian lain tidak dan itu adalah hal lumrah dalam demokrasi. Banyak kejutan terjadi dalam pemilu kali ini. Yang termutakhir adalah tidak lolosnya PPP menembus Parliamentary Threshold sebesar minimal 4% walaupun PPP partai Islam tertua ini masih berusaha berjuang.

Pemilu Legislatif khususnya Sumatera Barat kali ini dikejutkan dengan bertumbangannya petahana dan muncul wajah – wajah baru. Dari 14 anggota DPR RI asal Sumbar, masih ada yang bertahan. Sebutlah di Dapil 1 Andre Rosiade dari Gerindra, Lisda Hendra Joni dari Nasdem dan Athari Gautari dari PAN. Sementara Hermanto, Asli Chaidir (tidak maju kali ini), Syuir Syam, Darizal Basir dan Darul Siska di gantikan oleh Rahmat Saleh dari PKS, Zigo Rolanda dari Golkar, Alex Indra Lukman dari PDIP, Rico Alviano dari PKB dan Shadiq Passadique Nasdem. Artinya 1 kursi Gerindra, PAN dan Demokrat di periode 2019 – 2024 digantikan oleh Nasdem, PDIP dan PKB untuk periode 2024 – 2029.

Sementara di Dapil 2 dari 6 anggota DPR RI, yang masih bertahan adalah Nevi Zuriada dari PKS dan Ade Rizki Pratama dari Gerindra. Sementara John Kennedy Aziz digantikan oleh Benny Utama dari Golkar, Guspardi Gaus oleh Arisal Azis dari PAN, Rezka Oktoberia yang notabene PAW Mulyadi kembali diambil alih oleh Mulyadi dari Demokrat dan Muhammad Iqbal dari PPP digantikan oleh pendatang baru Cindy Monica Salsabila dari Nasdem. Artinya kali ini Nasdem memenangi pileg di Sumbar dengan menempatkan 3 kadernya di DPR RI.

Melihat nama – nama yang muncul terutama untuk anggota DPR RI tentunya kita bisa berharap banyak kepada Andre Rosiade. Tokoh muda selama 5 tahun berada di Senayan kiprahnya untuk Sumbar sungguh luar biasa. Mertua dari pemain timnas Pratama Arhan ini seperti tiada hari tanpa turun ke masyarakat dan memberikan solusi. Dibandingkan 13 anggota DPR RI lain, memang Andre lah yang lebih terlihat kinerjanya di lapangan. Walaupun kita bisa pastikan ke 13 anggota DPR lainnya pastilah tercelak juga kinerja mereka. Andre selalu turun lengkap, setiap kegiatan Andre selalu tidak luput dari lensa kamera juru berita. Bersama Nevi Zuairina berada di Komisi VI, terlihat Andre lebih dinamis dalam berkegiatan di Sumbar. Tidak hanya didapilnya saja tetapi boleh dibilang hampir semua daerah se Sumbar.

Fenomena baru lain adalah terpilihnya 3 anak muda ke senayan. Yakni Rahmat Saleh dari PKS, Zigo Rolanda dari Golkar dan Cindy dari Nasdem. Rahmat Saleh adalah anggota DPRD Sumbar sedangkan Zigo adalah Ketua DPRD Kabupaten Solok Selatan. Melihat lekat tangan Andre selama ini, kita tentunya berharap ke 3 anggota DPR RI baru ini akan bekerja spartan seperti yang dilaksanakan oleh Andre selama ini. Insyaa Allah.

Alex Indra Lukman yang kembali terpilih juga tidak bisa dianggap enteng. Orang dekat Megawati Soekarno Putri dan Puan Maharani ini membuktikan kembali kekuatan pendekatannya ke masyarakat. Setelah periode 2014 – 2019 membangun Sumbar, sekarang Alex tentunya akan lebih keras bekerja untuk Sumbar. Banyak karya beliau selama menjabat di periode tersebut di Sumbar terbukti dengan naik secara signifikan suaranya di dapil 1 kemarin.

Untuk senator DPD RI dari 4 nama lama hanya tinggal 2 orang yqng terpilih kembali yakni Emma Yohana dan Muslim M Yatim. Sementara Leonardy Hamidy dan Aliman Sori (maju di pileg melalui Golkar) digantikan oleh Cerint Iralloza Tasya dan Jelita Donal. 2 anggota baru DPD RI ini juga sebuah kejutan dimana Cerint menjadi pemenang dengan hampir setengah juta suara dengan mengandalkan posternya hampir diseluruh Sumbar. Anak muda asal Painan ini merajai kantong – kantong suara. Sungguh luar biasa. Kemudian Jelita Donal yang dikenal masyarakat sebagai ulama juga mendulang kesuksesan. Perannya dibeberapa kegiatan seperti 212, 411 mungkin memberi tempat di hati masyarakat. Sementara Emma Yohana dan Muslim M Yatim kembali menjadi senator dengan suara relatif turun dibandingkan 5 tahun yang lalu.

Sementara itu untuk pemilihan presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabumi Raka terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024 – 2029 dengan kemenangan 58% suara. Tetapi di Sumbar, pasangan Anies Baswedan Muhaimin Iskandar mengungguli Prabowo Subianto Gibran Rakabuming Raka dan Ganjar Pranowo Mahfud Baswedan. Setelah 2 periode berturut – turut Sumbar dimenangkan oleh Prabowo, tahun ini agaknya anomali kembali terjadi. Sumbar dan Aceh merupakan 2 provinsi yang dimenangkan oleh pasangan dengan nama AMIN ini. Saat pasangan Anies Muhaimin dan Ganjar Mahfud masih bersidang di Mahkamah Konstitusi terkait gugatan atas kemenangan Prabowo Gibran, mari kita tunggu saja hasilnya.

Kemenangan Anies Baswedan di Sumbar sebenarnya jauh – jauh hari sudah bisa diprediksi dengan bergabungnya Prabowo menjadi Menteri Pertahanan Jokowi. Ditambah lagi dengan dipilihnya Gibran menjadi Cawapres Prabowo. 2 kali kekalahan Jokowi di pilpres membuat hal tersebut menjadi semakin nyata. Walaupun selama 2 periode tersebut Prabowo yang menjadi rival dan selalu menang. Itulah uniknya Sumatera Barat.