Presiden Prabowo Menitip Seekor Sapi Korban buat masyarakat

PARIKMALINTANG – Dari Presiden Prabowo Subianto, seekor sapi kurban untuk masyarakat Padang Pariaman.

Sapi berbobot 930 Kg tersebut akan disembeli di Mesjid Takwa, Sungai Garinggiang pada saat lebaran Idul Adha nanti.

Kepala Dinas (Kadinas) Peternakan dan Kesehatan Hewan Padang Pariaman, Zulkhalisman menyebutkan, sapi kurban dari Presiden akan disembeli di masjid dan dagingnya dibagi-bagikan kepada masyarakat, yaitu berdasarkan kupon yang dibagikan panitia penyeleenggara.

Zulkalisman, sebagaimana rilis Dinas Kominfo, menyebutkan bahwa pihak dinas Peternakan akan melakukan pendampingan secara efektif terhadap sapi-sapi kurban diwilayahnya.

Kadis peternakan, menyampaikan bahwa pendampingan dimulai sejak tahap penjaringan, seleksi, dan penetapan sapi hingga distribusi ke masjid-masjid tempat pemotongan.

Baca Juga  Beberapa Saksi Dihadirkan pada Sidang Kedua In Dragon

“Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar. Setiap tahapan mulai dari kandang peternak, pasar ternak, hingga lokasi pemotongan dipantau secara ketat,” ujar Zulkhalisman saat memimpin rapat persiapan monitoring dan pengawasan qurban di Kantor Dinas Peternakan, Rabu (21/5).

Ia menegaskan bahwa ketersediaan sapi qurban di Padang Pariaman dalam kondisi aman dan mencukupi.

Bahkan, sapi-sapi dari peternak lokal turut dikirim ke sejumlah daerah lain di dalam maupun luar Sumatera Barat, seperti Mentawai, Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Riau, dan Kepulauan Riau.

Baca Juga  Pekarangan SDN 10  Patamuan Jadi Kebun Pisang

Untuk pelaksanaan pengawasan pemotongan hewan qurban, Disnakkeswan telah membentuk empat tim pengawasan sesuai daerah pemilihan (dapil).

Setiap tim terdiri dari seorang dokter hewan, paramedik veteriner, dan petugas dari kecamatan.

Mereka bertugas memantau lalu lintas ternak, pasar ternak, serta kandang-kandang penampungan ternak.

“Di pasar ternak Sungai Sariak, kami juga melakukan penyemprotan disinfektan satu hari sebelum dan sesudah hari pasar. Ini untuk memastikan tidak ada hama atau penyakit yang tertinggal dan menular,” tambahnya. (213)