AMPEK ANGKEK – SD Negeri 18 Sitapung yang berlokasi di Jambun, Nagari Balai Gurah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam melaksanakan perpisahan dengan kepala sekolah dan guru yang memasuki masa pensiun serta penyerahan kembali murid kelas 6 kepada orangtuanya, sebagai bukti mereka sudah menamatkan pendidikan di sekolah dasar (SD). Acara perpisahan, Selasa (31/5) itu berlangsung haru.
“Melaksanakan perpisahan di sekolah memiliki banyak nilai plusnya. Dengan digelarnya kegiatan di sekolah, murid-murid mendapat kesempatan untuk menampilkan bakar dan potensi yang sudah mereka peroleh di sekolah, baik itu di bidang seni maupun keagamaan. Penampilan dari murid-murid itu dapat disaksikan langsung oleh orangtua, masyarakat serta pendidik dan tenaga kependidikan atau pihak terkait lainnya yang diundang
SD Negeri 18 Sitapung yang menamatkan 19 orang murid kelas 6 tahun pelajaran 2021/2022 sudah banyak menorehkan prestasi dalam berbagai lomba. Untuk tingkat kecamatan sudah banyak kejuaraan yang digondol oleh murid. Bahkan sebagaimana disampaikan kepala sekolah, lima orang murid SD Negeri 18 Sitapung terpilih mewakili kecamatan Ampek Angkek pada MTQ Nasional XL Kabupaten Agam yang berlangsung 26 hingga 30 Mei. Kelima murid SDN 18 Sitapung itu berhasil meraih prestasi yang membanggakan kecamatan dan sekolah.
Prestasi yang sudah banyak diraih tersebut tentu tidak terlepas dari kerjasama antara guru dengan orangtua serta masyarakat. Kalau kerjasama dan perhatian masyarakat Jambun terhadap pendidikan selama ini tidak dirahukan lagi. Kami melihat langsung selama ini kekompakan masyarakat dan pemuda untuk mendukung segala kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah.
Demikian disampaikan Koordinator Unit Kerja Pendidikan Kecamatan Ampek Angkek, Maswir, S. Pd dalam sambutannya.
Pada sisi lain, Walinagari Balai Gurah dalam sambutannya mengatakan dukungan penuh terhadap keberlangsungan pendidikan di Nagari Balai Gurah pada semua jenjang satuan pendidikan.
“Di Nagari Balai Gurah sudah ada rumah Tahfidz yang sudah beroperasi, dan sudah .dilahirkan murid yang hafidz dan Hafidzah. Kegiatan rumah Tahfidz itu didanai dengan dana nagari. Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat nagari Balai Gurah untuk nersama-sama mendukung program setiap sekolah. Nagari Balai Gurah memiliki satuan pendidikan mulai TK/PAUD sampai SMP dan Pondok Pesantren,”ungkap Walinagari.
Sebelumnya Kepala SD Negeri 18 Sitapung, Refriza, S. Pd dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada orangtua murid, masyarakat, KUK, Pengawas Sekolah serta pemerintahan nagari dan jorong yang sudah memberikan dukungan terlaksananya program yang disusun oleh sekolah.
“Khusus untuk persiapan pelaksanaan acara perpisahan kita hari ini, semuanya berkat kerja keras dan kekompakan pemuda dan pemudi. Sampai larut malam mereka mempersiapkan segala sesuatunya untuk kesuksesan acara, terutama mempersiapkan tempat berlangsungnya acara,”sebut Refriza.
Acara perpisahan dengan kepala sekolah yang memasuki masa pensiun yaitu dengan Ibu Yusmelia yang menjabat sebagai kepala sekolah selama 5 tahun. Kemudian ibu Sofia Elida yang semenjak 2006 mengamdilan dirinya sebagai guru.
Kegiatan yang dihadiri Walinagari, Koordinator Unit Kerja Pendidikan Kecamatan, pengurus komite, kepala SD se-gugus 2, orangtua murid dan masyarakat lainnya yang berlangsung haru tersebut diisi dengan tampilan oleh murid-murid dalam bidang seni dan agama. (Maswir)












