Penyebaran Corona di Sumbar, Tak Ada Lagi Daerah Zona Merah

  • Whatsapp
Jasman Rizal.(ist)

Padang – Sebanyak 18.674 orang warga Sumbar terinfeksi covid-19. Ini data tercatat sampai Selasa (24/11). Kepala Dinas Kominfo Sumbar selaku Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal menyebutkan, hari ini telah terjadi penambahan 58 orang warga sumbar positif terinfeksi corona. Sembuh bertambah 113 orang, sehingga total sembuh 15.894 orang.

Total 18.674 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat dengan rincian, dirawat di berbagai rumah sakit 360 orang , isolasi mandiri 1.745 orang, isolasi provinsi 99 orang, isolasi kabupaten atau kota 174 orang, meninggal dunia 402 orang dan sembuh 15.894 orang.

Dikatakannya, tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso dibawah pimpinan dan penanggungjawab Andani Eka Putra melaporkan 439 sample yang terperiksa, terkonfirmasi tambahan 58 orang warga Sumbar positif terinfeksi covid-19.  Kesembuhan pasien covid-19 setelah dua kali konversi negatif bertambah 113 orang.

Warga Sumbar terkonfirmasi positif sebanyak 58 orang dengan rincian, Kota Solok dua orang, Kota Padang 33 orang, Kota Padang Panjang satu orang, Kota Bukittinggi tiga orang, Kota Payakumbuh empat orang, Kabupaten Agam delapan orang, Kabupaten Dharmasraya dua orang dan Kabupaten Tanah Datar lima orang .

Berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-37 pandemi covid-19 di Sumatera Barat, maka mulai tanggal 22 November 2020 sampai tanggal 28 November 2020, ditetapkan zona daerah. Pertama dipastikan tidak ada zona merah . Sedangkan zona oren dengan risiko sedang yakni, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kabupaten Sijunjuang, Kota Padang, Kabupaten Agam, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten 50 Kota, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Solok, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Solok dan Kabupaten Pesisir Selatan.

“Melihat skor, yang paling rendah skornya itu adalah Kabupaten Pesisir Selatan. Kasus positif dan adanya kasus maninggal meningkat tajam dalam minggu ke-36 pandemi ini. Kita harapkan Kabupaten Pesisir Selaran agar lebih intens lagi melakukan test PCR kepada masyarakatnya. Tindakan tracking, tracing, serta melakukan berbagai tindakan kesehatan masyarakat lainnya sesuai protokol, yang bertujuan agar penyebaran dan penangananan covid-19 dapat lebih baik lagi,” kata Jasman.

Sedangkan zona kuning dengan risiko rendah, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Payokumbuah, Kabupaten Pasaman dan Kota Sawahlunto. (hms.sumbar*)

Pos terkait