Agam  

Pemnag Balai Gurah akan Laksanakan Badoncek dengan Perantau Bantu Yelly Putriyani

AGAM – Yelly Putriyani, lulusan terbaik program sarjana (S.1) Universitas Al Azhar Kairo, Mesih akhir 2025 lalu yang sampai viral di berbagai media sosial dan media online atas prestasi gemilang yang diukirnya. Bukan saja dinobatkan sebagai lulusan terbaik dan mendapat kepercayaan menyampaikan pidato mewakili mahasiswa luar Mesir, Yelly Putriyani juga juara I lomba tahfidz yang diikuti 70 negara di Kairo.

Anak pertama dari pasangan Yani Sutan Bagindo dan Yulianah itu saat ini sedang menikmati liburan bersama keluarga di kampung orang tua laki-lakinya nagari Balai Gurah Ampek Angkek, Agam. Sebelumnya Yelly juga sudah menikmati libur di kampung mamanya di Sukabumi, Jawa Barat. Singgalang/Topsatu beberapa hari lalu menyempatkan diri bertemu Yelly beserta papa, mama,dan dua adiknya.

Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan keberhasilan Yelly, walinagari Balai Gurah, Andrino Rabu (8/4) sengaja mengundang Yelly dan orangtuanya ke kantor wali nagari. Pada kesempatan itu walinagari Balai Gurah langsung menyerahkan plakat sebagai bukti apresiasi.

Baca Juga  Untuk Tingkatkan Mutu, Partisipasi Alumni SDN 09 Hilia Lamo Cukup Tinggi.

Kepada Singgalang/Topsatu, Walinagari Andrino menyampaikan, pemerintah nagari sedang berupaya berkoordinasi dengan perantau untuk membantu biaya Yelly di Kairo dengan sistem badoncek, karena biaya hidup di Kairo cukup tinggi. Semoga saja upaya yang akan dilakukan bersama perantau akan berjalan lancar.

Pada sisi lain, saat Singgalang/Topsatu bertemu Yelly di Balai Gurah diungkapkannya, begitu dinyatakan lulus seleksi di pusat dan diberangkatkan ke Kairo Mesir.

“Sesampai di Kairo langsung mengikuti ujian semester. Alhamdulillah berkat hidayah Allah dan rasa percaya diri akhir berhasil menyelesaikan ujian semester. Berkesempatan langsung mengikuti perkuliahan. Bagi calon mahasiswa yang gagal mengikuti ujian semester harus menunggu dulu satu tahun untuk bisa mengikuti kuliah,” jelasnya.

Baca Juga  Kebakaran Hanguskan Satu Rumah Gadang di Canduang

Yelly mengungkapkan untuk mahasiswa baru digabung dengan kakak tingkat yang berasal dari sekolah/madrasah,/ponpes saat sekolah di Indonesia dulu. Dengan kata lain, Yelly digabungkan dengan seniornya yang juga lukisan Pondok Pesantren Sumatera Thawalib. Kalau masalah makanan tidak ada kendala, karena memasak di asrama dengan lauknya seperti di kampung sendiri.

Yelly Putriyani yang saat ini tengah mengikuti studi pada program pascasarjana (S 2) di Universitas Al Azhar Kairo itu memohon doa dari masyarakat agar dia bisa menyelesaikan kuliah dengan baik dan tepat waktu. (mwr)

Yelly Putriyani didampingi mamanya, menerima plakat dari walinagari Balai Gurah Ampek Angkek sebagai bukti apresiasi. (Maswir Chaniago)