Pemko Pariaman Berikan Bantuan untuk Warga Dusun Pakotan

PARIAMAN – Pemko Pariaman berikan bantuan, mulai dari sembako, matras, dan family kit yang berisi peralatan lengkap keluarga beserta uang tunai sebesar Rp. 500.000 rupiah kepada Zaini, 78, Warga Dusun Pakotan, Desa Sikapak Barat, Kecamatan Pariaman Utara. Penyerahan dilakukan Walikota Pariaman Genius Umar, Rabu (18/8).

Diungkapkan Walikota Pariaman, bahwa Zaini , 78 tahun, warga Dusun Pakotan, Desa Sikapak Barat, Kecamatan Pariaman Utara, yang hidup seorang diri di rumahnya sejak tahun 2019 lalu, telah mendapat bantuan Program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dari Kementerian Perumahan Rakyat melalui Dinas Perkim LH.BSPS, Bantuan dari Kementerian Sosial, seperti bantuan pangan tunai, bantuan sembako dan lainnya.

“Kami mendengar pak Zaini ini, kesehatanya semakin menurun, walaupun masih ada saudara jauh yang tiap hari mengantarkan makanan dan merawat beliau, untuk itu hari ini kami datang sedikit membawa bantuan yang sekiranya diperlukan oleh beliau saat ini,” ujar Genius Umar.

Baca Juga  Pj. Walikota Lepas Kontingen Gala Siswa Indonesia SMP Kota Pariaman

Selain itu, karena Zaini mengalami sakit stroke , Pemko Pariaman memberikan pelayanan bidan desa yang setiap hari mengecek kesehatannya . Dari desa Sikapak Barat juga menyediakan tenaga untuk mengecek keadaan beliau dan memberikan bantuan BLT yang berasal dari dana desa.

Genius Umar menjelaskan bahwa seluruh stakeholder telah memberikan perhatian kepada Zaini, mulai dari Pemerintah Pusat, Dinas Terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Perkim LH, Dinas Kesehatan, Kecamatan Pariaman Utara dan Desa Sikapak Barat.

“Kita berharap, agar pak Zaini dapat segera sehat, dan kami akan selalu ada untuk bapak, dimana ini menggambarkan bahwa pemerintah hadir untuk warganya dan selalu membantu dengan apa yang kita bisa,” tukasnya.

Baca Juga  Stikes Piala Sakti Gelar Capping Day, 92 Mahasiswa Siap Terjun ke Dunia Keperawatan

Kepala Dinas Sosial Kota Pariaman, M. Rum menjelaskan bahwa Zaini ini dahulunya berprofesi sebagai sopir yang berdomisili di jakarta, mempunyai dua istri, istri pertama meninggal, dan sebelumnya tinggal di tempat istri kedua, tetapi sejak beliau sering sakit-sakitan, istri kedua beliau menyuruh pulang ke Kota Pariaman.

“Beliau ini pulang sekitar 2 tahun yang lalu, dan kondisinya mulai anjlok sampai tidak bisa berjalan, baru 3 bulan ini, dan setelah diperiksa oleh bidan desa, beliau mempunyai penyakit stroke, sampai saat ini setiap hari kondisi beliau dipantau terus oleh bidan desa,” terangnya.

Untuk rencana penanganan, Katanya, akan dilengkapi fasilitas yang ada di rumah ini, mulai dari listrik, air bersih, serta memperbaiki rumah yang masih banyak kekurangan. (agus)