Limapuluh Kota – Nagari Tanjuang Balik dan nagari Tanjuang Pauah, Kecamatan Kapur IX, merupakan sentra perikanan tangkap terbesar di Limapuluh Kota. Masyarakat disana terus berupaya meningkatkan hasil produksi perikanan. Guna memacu hasil produksi tersebut, tidak hanya dibutuhkan sumber daya manusia yang terampil, tetapi harus didukung dengan ketersediaan sarana prasarana (sarpras) yang memadai. Untuk itu, Pemkab Limapuluh Kota melalui Dinas Perikanan memberikan bantuan sebanyak 10 unit sampan serta 23 unit mesin tempel dan 13 as ketinting galvanis, kepada kelompok usaha bersama (KUB) perikanan di kedua nagari itu.
Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, didampingi Kepala Dinas Perikanan Limapuluh Kota Mohammad Siswanto, kepada wartawan, Minggu (28/8), mengatakan, Pemkab Limapuluh Kota sangat perhatian sekali dengan usaha yang dilakukan masyarakat, Untuk mendukung usaha itu diberikanlah bantuan ini. “Kabupaten Limapuluh Kota memiliki potensi produksi tangkap pada tahun 2021 sebanyak 2829,12 ton dan terbesar potensinya ada di Danau Buatan. Dimana sepertiga wilayahnya ada di dua nagari tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, melalui dinas perikanan pihaknya akan terus mendorong memaksimalkan potensi hasil perikanan tangkap dengan berbagai upaya. Sehingga hilirisasi produk perikanan akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan. Untuk itu, harapan kedepannya dengan pemberian bantuan sarpras ini dapat mendorong masyarakat memaksimalkan produksi perikanan tangkap yang ada di dua nagari yang berbatas langsung dengan Provinsi Riau ini.
“Pemberian bantuan perikanan kepada masyarakat melalui KUB yang ada di kedua nagari tersebut diharapkan jadi motivasi bagi pelaku usaha perikanan di nagari Tanjung Balik dan nagari Tanjung Pauh, untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kita juga telah menginstruksikan kepada dinas perikanan untuk memberikan pendampingan khusus untuk kedua nagari tersebut. Sehingga menjadikan nagari Tanjung Balik dan nagari Tanjung Pauh, jadi sentra olahan ikan di Limapuluh Kota,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Limapuluh Kota Siswanto, menambahkan, bantuan sarpras penangkapan ikan itu tentu untuk memaksimalkan potensi perikanan tangkap yang ada di Limapuluh Kota. “Potensi perikanan tangkap berupa wilayah perairan umum daratan (PUD) sebesar 3.789,25 Ha dan pemanfaatannya baru mencapai 579,88 Ha atau sekitar 15,30 persen. Dengan bantuan ini, para penangkap ikan dapat menjangkau daerah penangkapan ikan yang lebih jauh,” ucapnya.
Dikatakan, pemberian bantuan ini merupakan salah satu bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam upaya membangun Limapuluh Kota dari daerah pinggir. Seterusnya pihaknya berharap, pemberian bantuan sarpras tersebut dapat membawa keberkahan bagi pembudidaya ikan yang ada di nagari Tanjung Balik dan nagari Tanjung Pauh serta menunjang visi misi Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota di sektor Perikanan. “Dengan bantuan ini, kita harapkan masyarakat di kedua daerah bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan juga dalam upaya mendukung program daerah membangun dari pinggir,” katanya. 207












