Pelindo Tambah Armada Baru untuk Percepat Layanan di Teluk Bayur

PADANG-Dalam upaya menghadirkan layanan pelabuhan yang lebih gesit dan andal, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Pelindo resmi menambah armada operasionalnya.

Satu unit alat berat Reach Stacker (RS) terbaru kini telah mendarat di Pelabuhan Teluk Bayur, siap memperkuat lini depan penanganan logistik di Sumatera Barat.

Langkah strategis ini bukan sekadar menambah aset, melainkan bentuk komitmen nyata Pelindo dalam memacu efisiensi rantai pasok dan menjamin kelancaran arus barang bagi seluruh mitra bisnis.

Optimalisasi di Garis Depan Logistik

Reach Stacker memegang peranan vital sebagai “tulang punggung” manajemen terminal. Dengan kemampuan pemindahan, penumpukan, hingga pengaturan petikemas di container yard yang mumpuni, kehadiran unit baru ini diproyeksikan mampu:

Memangkas dwell time (waktu tunggu) operasional secara signifikan.

Baca Juga  Gubernur Mahyeldi Paparkan Proyek Strategis Sumbar di Hadapan Menteri PU dan Andre Rosiade: Flyover Sitinjau Lauik hingga Pengendalian Banjir

Meningkatkan fleksibilitas pengaturan ruang di lapangan penumpukan.

Menjamin stabilitas layanan melalui sistem cadangan (back-up) saat unit lain melakukan perawatan rutin.

General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Ferrial Dunan Sidabutar, menyampaikan bahwa modernisasi ini adalah respons proaktif terhadap kebutuhan pasar yang kian dinamis.

“Kehadiran unit ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan petikemas sekaligus menjadi cadangan krusial. Kita ingin memastikan operasional tetap berjalan 100% tanpa kendala teknis berarti,” tegas Ferrial.

Sinergi untuk Layanan Responsif

Sejalan dengan visi tersebut, Manager Area PT IPC TPK Area Teluk Bayur, Erika Sudarto, menekankan bahwa peningkatan fasilitas ini bertujuan menciptakan ekosistem terminal yang lebih andal.

“Kami berkomitmen mempercepat proses di container yard. Fokus kami adalah memberikan layanan yang lebih responsif bagi para mitra bisnis, sehingga Teluk Bayur menjadi pilihan utama yang kompetitif,” ungkap Erika.

Baca Juga  Empat Jam Tertimbun, Jasad Operator Alat Berat Berhasil Ditemukan

Komitmen Keamanan Tanpa Kompromi

Meski fokus pada percepatan, Pelindo tidak mengendurkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Ferrial menegaskan bahwa keandalan alat harus dibarengi dengan keahlian manusia. Seluruh operator yang ditugaskan telah memiliki sertifikasi kompetensi resmi dan diwajibkan mematuhi Standar Prosedur Operasional (SOP) yang ketat guna menekan risiko kerja.

Dengan penguatan armada ini, Pelabuhan Teluk Bayur optimistis mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Barat serta menjaga tren kinerja positif perusahaan secara berkelanjutan.