Panen Jagung Perdana di Tengah Pandemi

  • Whatsapp
Ilustrasi. (*)

PAYAKUMBUH-Mendukung ekonomi kerakyatan tetap menggeliat ditengah pandemi Covid-19, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Pemko Payakumbuh melalui Dinas Pertanian setempat, memanfaatkan lahan seluas 3.500 meter persegi yang sebelumnya merupakan lahan tidur untuk dijadikan lahan produktif di tengah pandemi yang entah sampai kapan akan berakhir. Pemanfaatan lahan pemerintah daerah untuk ditanami jagung, digagas oleh walikota. Dan sekarang telah memasuki masa panen.

Walikota Payakumbuh Riza Falepi, usai melaksanakan panen bersama, kepada Singgalang, Rabu (4/11), mengatakan, lahan tidur yang digunakan menjadi lahan pertanian strategis tersebut berada di belakang Pasar Padang Kaduduak, Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara. “Pemko melaksanakan program lahan tidur ini, untuk memacu warga kota Payakumbuh agar bisa juga memaksimalkan lahan tidur yang mereka miliki, untuk dijadikan sebagai lahan pertanian strategis seperti salah satunya untuk tanam jagung seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya, untuk jenis jagung yang ditanam Pemko Payakumbuh adalah varietas Pioner 32, yang merupakan jagung pipilan untuk pakan ternak dengan masa tanam 120 hari. Dan diprediksi dapat menghasilkan jagung sebanyak 6-7 ton setiap panen, pada lahan di belakang pasar Padang Kaduduak itu.

“Kita berharap dalam kegiatan panen mandiri ini memberikan dampak yang cukup signifikan bagi semua nantinya. Kedepannya tentu kita berharap kepada warga yang memiliki lahan kosong, agar dapat memaksimalkannya untuk menjadi lahan produktif. Sehingga tidak ada lagi lahan kosong yang tidak digunakan dengan maksimal lagi kedepannya. Apalagi di masa pandemi saat ini, dimana semua aktivitas yang dilakukan menjadi terbatas,” tambah Riza.

Dikatakan, dengan tingginya angka konfirmasi positif Covid-19 di Payakumbuh, Pemko masih akan membatasi pergerakan dan pengumpulan massa. Namun demikian, kalau protokol kesehatan (prokes) bisa dijalankan dengan baik, pembatasan yang dilakukan akan menjadi sebentar. “Dengan mematuhi prokes yaitu melaksanakan 3M dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak serta mengindari kerumunan, kita berharap wabah ini akan segera berakhir. Dan seluruh aktivitas warga akan segera normal kembali,” katanya.

Sejalan dengan itu, Kadis Pertanian kota Payakumbuh Depi Sasra, juga menyampaikan, bahwa hasil panen jagung ini akan dijual secara kontrak dengan konsep kemitraan. “Kami akan bekerjasama dengan petani dan peternak dan secara bersama-sama untuk meningkatkan ekonomi khususnya para petani di Kota Payakumbuh di tengah pandemi ini,” ucap Depi. yuke

Pos terkait