Organda Tetap Minta Harga Tiket Pesawat Ideal

oleh -705 views
Budi Syukur

PADANG-Kendati kenaikan harga tiket pesawat berdampak positif terhadap peningkatan jumlah penumpang bus, namun Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumatera Barat tidak mendukung kenaikan tiket yang terlalu mahal atau terlalu murah. Dengan itu diharapkan dua moda transportasi ini dapat sama-sama hidup.

“Organda Sumbar mendukung penerapan harga tiket ideal untuk penerbangan domestik minimal Rp1 juta (one way) agar angkutan bus kembali bisa berkembang. Selama ini, penumpang bus seakan-akan dibajak oleh pesawat karena perbedaan harga tiket yang tipis. Sekarang harga tiket melonjak tinggi, kita tidak mau juga karena bisa mematikan pengusaha maskapai. Kita sama-sama pengusaha, jadi sama-sama untung lah,” sebut Ketua Organda Sumbar S. Budi Syukur kepada wartawan, Selasa (15/1) di Padang.

Budi Syukur mengakui dalam dua bulan terakhir usaha angkutan bus Padang-Jakarta dan Padang-Medan kembali “bergairah” karena jumlah penumpang yang meningkat cukup signifikan.

“Data Organda untuk masing-masing PO yang biasanya hanya memberangkatkan satu bus sehari, sekarang bisa memberangkatkan tiga hingga empat bus untuk jurusan Padang-Jakarta dan Padang-Medan. Ini dampak postifnya, tapi disatu sisi kita tidak ingin maskapai penerbangan menjerit sendiri. Makanya kita minta harga tiket itu yang ideal,” tegas Budi.

Budi mengatakan ketika harga tiket pesawat murah, pengusaha bus menjerit. Pasalnya, pengusaha bus sudah menginvestasikan dananya yang sangat besar di bidang tersebut. Dengan harga tiket pesawat murah, tentunya penumpang akan melirik pesawat dibandingkan bus.

“Harga satu bus ada sekitar Rp2 miliar. Berapa investasi yang ditanamkan pengusaha bus? Kalau tiket pesawat murah, mereka rugi. Siapa yang mau bertanggungjawab? Sekarang kita minta pemerintah tetapkan harga ideal saja agar pesawat dan bus sama-sama untung,” ujarnya.

Budi mengatakan jika maskapai menerapkan harga tiket murah, selain berdampak kepada bus tetapi juga penumpang. Pasalnya, pelayanan dan safety (keamanan) penumpang kurang terjaga.

“Berapa biaya operasional pesawat yang dikeluarkan. Jika tiketnya murah, tentu akan berdampak kepada pelayanan dan keamanannya. Nah, jika tiketnya mahal tentu akan berdampak pula kepada penumpang. Banyak bangku pesawat yang tidak terisi karena beralih ke bus,” tegasnya.

Terkait sektor pariwisata yang dinilai akan lesu dengan tingginya tiket pesawat, ia menilai bisa disiasati dengan inovasi paket perjalanan oleh operator. Melibatkan angkutan darat dalam paket wisata juga bisa menjadi alternatif yang bisa memberikan keuntungan bagi wisatawan maupun pelaku wisata di daerah.

“Artinya datang bisa menggunakan pesawat ke Padang, baliknya ke Jakarta bisa menggunakan bus melalui jalur darat. Jadi sebelum balik, bisa mengeksplorasi destinasi wisata di Bukittinggi, Tanah Datar, Solok, Sawahlunto, Sijunjung dan wisata candi cagar budaya Dharmasraya,” jelasnya.

Bus yang melayani jurusan Padang-Jakarta saat ini diantaranya PO. NPM, ANS, Lorena, Family Raya dan Gumarang Jaya dengan harga tiket berkisar Rp350-400 ribu. (104)

Loading...