Padang  

Nyaris Ribut, Penumpang Super Jet Padang – Jakarta Delay 2 Jam

<

PADANG,- Ratusan calon penumpang Super Jet Padang-Jakarta nyaris ribut dengan petugas dari maskapai penerbangan di Bandara Internasional Minang (BIM)  Padang Pariaman hari ini (19/8). Sebabnya adalah setelah delay  2 jam lebih,  tidak ada tanda tanda penumpang untuk dipersilakan  naik pesawat.
Dijadualkan dua pesawat Super Jet akan mengangkut ratusan penumpang ke Jakarta, pada penerbangan ke 2 dan ke 3 hari ini,  masing masing Super Jet IU 813 pukul 9.30  Wib  dan IU 815 pukul 12.00 Wib.
Diantara calon penumpang itu terdapat rombongan Tim Porwanas PWI Sumbar yang hendak ke Banjarmasin mengikuti Pekan Olah Raga Wartawan Nasional di Kalimantan Timur itu.
“Sudah lebih dua jam kita menunggu,  kapan diberangkatkan tak jelas, harusnya pihak maskapai memberikan  kompensasi” kata anggota PWI Sumbar   Zamri Yahya.
Seorang penumpang berbadan tegab, tampak mengetok ngetok kaca pembatas ruang tunggu memanggil petugas. Yang bersangkutan adalah salah seorang calon penumpang Super Jet IU 813.
Penumpang lain menanyakan tanggungjawab pihak  Super Jet keterlambatan ini. “Tadi diumumkan keterlambatan hanya 30.menit, sekarang sudah 2 jam lebih  kita menunggu,  kompensasinya apa” kata seorang penumpang.
Kerumunan calon penumpang Super Jet di depan Gate 3, menunggu kepastian keberangkatan. Informasi dari pihak maskapai ber ulang kali  mengumumkan agar para penumpang untuk masuk ke ruang tunggu
Para calon penumpang berdesakan di pintu (Gate) 3 menanyakan jam keberangkatan.  Seorang petugas di loket Gate 3 Fani  mengaku tak tahu pukul berapa para penumpang akan diterbangkan .
“Kurang tahu ya, tunggu ya” katanya singkat.
Untuk transit penumpang dari Jakarta ke penerbangan berikutnya termasuk ke Banjarmasin Fani mengatakan tak masalah  “Nanti di  Soekarno Hatta disesuaikan  saja” kata Fani.
Akhirnya pukul 11.51 Wib, terdengar panggilan dari pihak informasi untuk penumpang IU 813. “Alhamdulillah diberangkatkan juga ” kata Edi Jarat ofisial cabang Bilyar Porwanas Sumbar. (M.Khudri)